Tuesday, December 19, 2017

8 Penghalang Jodoh yang Sering Membuat Pernikahanmu Tertunda

Terkadang kesendirian menjadi suatu hal yang menyakitkan bagi sebagian orang, apalagi kesendirian dalam masa-masa penantian jodoh. Kesendirian juga menjadi ujian tersendiri bagi sebagian yang lainnya, kita bisa melihat berapa banyak orang yang pada akhirnya melakukan hal yang melanggar syariat ketika tak kuasa menghadapi ujian kesendirian. Seperti memilih aktivitas pacaran dengan dalih sebagai ikhtiar untuk mendapatkan jodoh atau bahkan ada yang sampai mendatangi dukun untuk meminta ajimat pengasih dan penglaris diri agar mudah jodoh.
Memahami kalau jodoh adalah ketentuan dan ketetapan dari Allah SWT yang memang Allah sudah tentukan kapan waktunya dan siapa orangnya memang perlu. Akan tetapi disaat lain kita juga memiliki ruang ikhtiar untuk mengevaluasi diri untuk menemukan kesalahan yang mungkin saja bisa menjadi penghalang jodoh dari Allah SWT. Sebab, jika lamanya jodoh oleh ketentuan dari Allah tentu kita tidak memiliki kuasa untuk merubahnya akan tetapi jika itu memang dari kesalahan atau kekhilafan diri sendiri maka kita memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan memohon ampunan dariNya.
Dalam tulisan kali ini kami mencoba mengurai 8 hal yang mungkin bisa jadi sebagai penghalang datangnya jodoh serta menunda pernikahan.
1. Jauh Dari Allah SWT
Satu hal yang mesti kita sadari adalah kita sebagai manusia tak memiliki kuasa sama sekali atas diri kita apalagi tentang jodoh kita. Allahlah yang kuasa, Allahlah yang maha menentukan dan perlu kita sadari juga adalah semua hal-hal baik yang kita raih dan dapatkan di dunia ini hanyalah semata dari rahmat serta kasih sayang dari Allah SWT.

Jika kita meyakini Allah adalah segalanya dan kita bukan siapa-siapa maka sudah semestinya kita mendekatkan diri pada Allah SWT, patuh dan taat padaNya, menjalankan perintah serta meninggalkan larangannya. Karena menjadi suatu yang aneh jika kita berharap pertolongan dari Allah (termasuk jodoh) namun kita jauh dari Allah, shalat di sisa waktu, berdzikir jarang, membaca ayat-ayatnya jarang, berdoa tak pernah.
So, sekarang juga evaluasi diri kita selama ini, bagaimana hubungan kita dengan Allah SWT ?, bagaimana dengan shalat kita ? bagaimana dengan tilawah quran kita ? dan ibadah-ibadah lainnya. Karena boleh jadi jauhnya kita dari Allah menjadi alasan tertundanya jodoh kita, Allah ingin kita menikah dalam keadaan taat dan takwa padanya dan pernikahanpun untuk menggapai ridhonya.
2. Tidak Ridhonya Orang Tua
Ada sesosok manusia yang dengan ikhlas berjuang untuk kita, dia sangat mencintai kita bahkan semenjak kita belum ada di dunia ini. sesosok manusia yang selalu mengkhawatirkan kita, selalu memikirkan kita, selalu mengutamakan kita dibanding dirinya sendiri dan selalu mendoakan kita dalam diam dan balutan air matanya. Sesosok manusia itu adalah ayah dan ibu kita, orang tua kita.
Coba bercermin diri, bagaimana hubungan kita dengan ayah-ibu kita ? sudahkah kita patuh padanya ? sudahkah kita membahagiakan hatinya? sudahkah kita membuat dirinya tenang ? ataukah selama ini kita sering mengecewakannya ? berkata kasar padanya ? tidak memperhatikannya ? atau bahkan membuat dirinya kecewa memiliki anak seperti kita ?. Sekarang saatnya memperbaiki diri dengan orang tua kita, minta maaf padanya, sujud di kaki mereka, dan minta doa tulus dan ikhlas darinya agar didoakan dimudahkan bertemu dengan jodoh terbaik dunia akhirat.
3. Harta Haram Atau Syubhat
Apa yang kita makan sangat berpengaruh pada pikiran, hati ,prilaku serta getaran diri kita. Boleh jadi harta-harta yang kita makan selama ini ada setitik keharaman di dalamnya atau keabu-abuan sehingga sebab itu Allah menunda rezeki kita dalam hal ini adalah jodoh. Banyak jenis harta haram dan syubhat seperti riba, korupsi, menipu dan lain sebagainya.
4. Hati yang selalu gelisah
Tak menutup kemungkinan memang lamanya datang jodoh membuat hati gelisah, tidak tenang bahkan cenderung stress apalagi ketika muncul desakan dari berbagai pihak untuk segera menikah. Sehingga pikiran kacau yang akhirnya berdampak pada wajah yang selalu murung, penampilan acak kadut, dan membuat jodoh semakin menjauh.
Menjaga ketenangan hati adalah hal yang penting, karena setidaknya dengan jiwa yang lapang, pikiran yang tenang jalan muncul berbagai kemudahan-kemudahan dari Allah SWT. Dan, agar hati selalu tenang tentu tidak ada cara lain kecuali selalu membuatnya tertaut pada Allah SWT.
5. Memiliki Ekspetasi Terlalu Tinggi Bahkan Sempurna Tentang Kriteria Jodoh
Jika kamu salah satu penganut paham ini, memiliki ekspetasi yang terlalu tinggi atas kriteria jodohmu maka ketahuilah kamu menikah dengan manusia, tempatnya salah dan khilaf. Jadi sebenarnya mustahil jika berharap yang sempurna bahkan menjadi suatu yang menyedihkan jika belum menemukan pasangan yang sempurna atau sreg di hati dan menjadikannya sebagai alasan untuk menunda pernikahan.
Selama agamanya bagus, akhlaknya baik dan juga memiliki kesiapan mental serta finansial yang baik maka terimalah. Karena boleh jadi laki-laki yang berani datang melamar kerumah itu memang laki-laki terbaik yang Allah skenariokan untukmu. Tentu Allah punya alasan, kenapa Ia memilih laki-laki itu diantara miliyarn laki-laki lain di muka bumi ini yang datang kerumahmu.

6. Trauma Masa Lalu
Trauma masa lalu menjadi alasan untuk menunda pernikahan bagi banyak orang, contohnya ada wanita yang trauma pada laki-laki karena pernah dikecewakan, trauma karena mengalami kekerasan oleh laki-laki dan juga trauma karena di masa lalu pernah terjatuh pada seks bebas dan sudah tidak gadis lagi.
Untuk masalah ini, solusinya kita mesti menyadari kalau Allah itu maha pengampun sejelek atau seacak kadut apapun masa lalu kita selama kita bertaubat padaNya dengan sebenar-benarnya taubat, InsyaAllah pintu taubat akan selalu terbuka lebar untuk kita. Jangan mudah menyerah, putus asa serta mengeluh dari rahmat Allah. Dan, satu hal lagi yang mesti diingat adalah tak semua laki-laki itu sama, diantara laki-laki jahat, tidak bertanggung jawab serta yang mengecewakanmu masih banyak laki-laki lain yang taat, bertakwa, penyayang serta menghormati wanita.
7. Terlalu Fokus Pada Penyelesain Masalah Pribadi
Tak sedikit juga yang menunda pernikahan dengan alasan karena ingin memperbaiki diri dulu, menyelesaikan masalah diri dulu padahal jika memiliki masalah pribadi seperti hutang, diri yang belum sempurna atau bahkan memiliki suatu penyakit akan terasa ringan jika dilalui bersama dengan pasangan. Yakinlah masih banyak laki-laki yang rela menerima pasangannya lengkap dengan kelebihan dan kekurangan yang dimiliki.
8. Tidak Berkomitmen Pada Waktu yang Ditargetkan
Sering kali kita membuat suatu target kapan menikah, misalnya akan menikah di usia 23 tahun. Di saat mendekati usia 23 tahun ternyata merasa diri belum sempurna, atau belum memiliki calonnya. Sehingga dengan mudah membuat kita mengundur lagi waktunya. Nah, agar tidak terjadi penundaan maka berkomitmenlah dengan waktu yang telah ditetapkan, lakukan ikhtiar semakimal mungkin mulai dari berdoa pada Allah, minta di doakan oleh orang tua, teman dan juga minta dicarikan oleh guru ngaji calon pasangannya jika memang alasannya belum memiliki pasangan.
Itulah 8 hal penghalang datangnya jodoh, jodoh memang takdir dari Allah SWT, namun Allah memberikan ruang bagi kita untuk berikhtiar menemukannya. Semoga bermanfaat dan bisa menjadi jalan menuju perbaikan diri.

sumber: islampopular.com

Saturday, December 16, 2017

MASYA ALLAH, Ternyata Menikah di Usia Muda Dapat Membuat Setan Menangis

Setan sejatinya ialah musuh yang bertujuan untuk menyesatkan Manusia. Laknatullah yang dengan segala cara agar manusia terpengaruh tipu dayanya. Dari dahulu hingga sekarang tak akan menyerah menggoda, begitulah semangat setan dalam menggoda manusia.
Namun, setan ternyata juga bisa menangis juga. Dalam Hadist Riwayat Ibnu Addi, Rasulullah SAW menceritakan bagaimana setan menangis dan mengeluh karena hal ini. Ternyata yang membuat anak buah Iblis ini sedih adalah ketika manusia memutuskan menikah pada usia muda.Usia muda dalam konteks ini tentu mereka yang sudah baligh. Setan merasa celaka karena manusia terpelihara dari godaan untuk melakukan perbuatan zina. Sepert diketahui, salah satu perangkap paling ampuh adalah menggiring manusia untuk mendekati perbuatan tersebut.
Jabir bin abdullah ra mengutarakan, Nabi Muhammad SAW bersabda, Barang siapa diantara remaja menikah dalam usia muda, maka menangislah setan. Dan dia mengeluh , ‘Aduh celaka aku, agamanya telah terpelihara dari godaanku“(HR. Ibnu Addi).
Sayangnya menikah saat usia mudah menjadi hal yang dipandang aneh saat ini. Bahkan tidak sedikit pihak yang menolak pernikahan muda. Alasannya adalah mereka masih belia dan dinilai belum matang dalam menjalani urusan rumah tangga.
Padahal tidak sedikit di negara maju yang membebaskan pergaulan anak-anaknya tanpa ikatan pernikahan hidup menderita. Remaja perempuan yang mengalami kehamilan pra nikah harus menerima kenyataan membesarkan anak-anaknya sendirian tanpa suami. Akibatnya, banyak bayi yang tumbuh besar tanpa ayah.
Sementara kasus di Indonesia sendiri berdasarkan penuturan Menteri Sosial Khofifah Indah Parawansa, pada 2013 lalu tingkat kasus kehamilan di luar nikah mencapai 2,2 juta. Umumnya mereka adalah remaja yang berusia berkisar antara 15-19 tahun. Seandainya mereka menikah saja ketika menemukan jodohnya, tentu akan ini tidak akan sebesar itu.
Nabi Muhammad SAW sudah menganjurkan agar segera menikah. Seperti sabda Nabi berikut ini yang artinya.
“Wahai pemuda, barangsiapa di antara kalian telah mampu maka hendaknya menikah, karena ia lebih menundukkan pandangan dan lebih memelihara kemaluan. Dan barangsiapa yang belum mampu, maka hendaknya ia berpuasa, sebab ia dapat mengekangnya.” (HR. Bukhari).
Jadi telah jelas bagaimana Nabi memerintahkan umatnya supaya menikah di usia muda jika telah baligh dan mampu. Dan kalau merasa belum mampu, maka diperintahkan melaksanakan puasa untuk menjaga dirinya.
sumber: islampopular.com

Thursday, December 7, 2017

Inilah Doa Pembuka Rezeki Dari Arah yang Tak Pernah Disangka-sangka

Rezeki sejatinya sudah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa. Namun untuk menghadirkannya, manusia harus berikhtiar dan berusaha. Tidak hanya itu, semua yang dilakukan harus disertai dengan doa.
Namun banyak orang yang mengenyampingkan peran doa dalam menjemput rezeki. Sehingga ada yang sudah bekerja begitu keras, namun hasilnya tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Padahal doa begitu penting agar rezeki bisa datang dengan lancar. Bermunjat kepada Tuhan membuat peluang datangnya rezeki manjadi lebih lebar. Lantas, apa saja doa pembuka rezeki yang bisa kita amalkan? Berikut ulasannya.
Ternyata doa-doa ini tertulis dalam Alquran dan beberapa lagi berasal dari hadist Nabi Muhammad SAW. Ada sembilan doa yang bisa diterapkan agar rezeki datang dari arah yang tak pernah disangka-sangka.
1. Surat al-Maidah Ayat 114
Doa pembuka rezeki pertama yang bisa diterapkan tertulis dalam QS. Al-Maidah 5: 114. Ini merupakan penggalan dari doa Nabi Isa putera Siti Maryam yang meminta hidangan dari langit. Allah SWT menurunkan hidangan yang terdiri dari roti, ikan, delima, dan buah-buahan, serta beragam lainnya.
“Allaahumma rabbanaa anzil ‘alainaa maaidatan minas samaai takuunu lanaa ‘idan liawwalinaa wa aakhirinaa wa ayatan minka warzuqna wa anta khairur raaziqiina”.
Isa putera Maryam berdoa: “Ya Tuhan kami turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rezekilah kami, dan Engkaulah pemberi rezeki Yang Paling Utama“. [QS. Al Maidah 5:114]
2. Surat ath-Thalaaq Ayat 3
Doa pembuka rezeki selanjutnya tertulis dalam Alquran Surat Ath-Thalaaq:3.
“Wayarzuqhu min haitsu laa yahtasibu waman yatawakkal ‘alallahi fahuwa hasbuhu innallaha baalighu amrihi qad ja’alalahu likulli syai-in qadran”.
Arti: Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS.65:3)
3. Surat al-Qasas Ayat 24
“Fasaqa lahuma thumma tawalla ila alththilli faqala rabbi innee lima anzalta ilayya min khayrin faqeerun”.
Arti: “Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku”. (QS. Al-Qasas 28: 24)
4. Surat Shaad Ayat 35
“Qala rabbi ighfir lee wahab lee mulkan la yanbaghee liahadin min baAAdee innaka anta alwahhabu”.
Arti: “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang pun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi.” (QS. Shaad 38: 35)

5. Hadist Nabi Muhammad SAW
Ada pula doa pembuka rezeki yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. Seperti apa doanya? Berikut ulasannya.
“Allahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa.”. Arti: “Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain), rezeki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).” (HR. Ibnu Majah, no. 925 dan Ahmad 6: 305, 322. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih)
“Allahumak-finii bi halaalika ‘an haroomik, wa agh-niniy bi fadhlika ‘amman siwaak.”. Arti: “Ya Allah cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu.” (HR. Tirmidzi no. 3563. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)
“Allahummaghfirlii, warhamnii, wahdinii, wa ‘aafinii, warzuqnii.”. Arti: Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, berilah petunjuk padaku, selamatkanlah aku (dari berbagai penyakit), dan berikanlah rezeki kepadaku”. (HR. Muslim no. 35, 2697)
“Robbighfirlii warahmnii, wajburnii, warfa’nii, warzuqnii, wahdinii”. Arti: Ya Allah ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupkanlah aku, tinggikanlah derajatku, berilah rezeki dan petunjuk untukku).” (HR. Ahmad 1: 371. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa haditsnya hasan).
“Allahumma ak-tsir maalii wa waladii, wa baarik lii fiimaa a’thoitanii wa athil hayaatii ‘ala tho’atik wa ahsin ‘amalii wagh-fir lii”. Arti: “Ya Allah perbanyaklah harta dan anakku serta berkahilah karunia yang Engkau beri. Panjangkanlah umurku dalam ketaatan pada-Mu dan baguskanlah amalku serta ampunilah dosa-dosaku.
Semoga informasi tentang doa pembuka rezeki ini bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Terimakasih sudah membaca, semoga bermafaat.

Wednesday, December 6, 2017

Apakah Kita Pernah Tau Bahwa 70 Ribu Malaikat Memohonkan Ampunan Bagi Pembaca Surat Ini


Siapa muslim yang tidak ingin mendapatkan ampunan dari Allah atas segala dosa-dosanya, dengan anda membaca surat ini maka 70 ribu malaikat akan memohonkan ampunan dari Allah atas segala dosa yang anda lakukan…

Belajar-Membaca-Alquran
Mendapatkan ampunan dari Allah SWT adalah subuah penghargaan bagi umat muslim, tahukan anda kalau hanya dengan membaca surat ini maka 70 ribu malaikat akan memohonkan ampunan kepada Allah atas dosa yang anda perbuat..

Umat Islam diperintahkan agar selalu berpegang teguh kepada Alquran. Setiap kalimat-kalimat yang ada pada kitab suci tersebut, merupakan perkataan Allah SWT yang disampaikan Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad SAW.

Di dalamnya terdapat 114 surat dengan kandungan dan makna yang begitu dalam. Tidak hanya itu, masing-masing surat dalam Alquran juga memiliki keutamaan masing-masing. Seperti pada salah satu surat berikut ini.

Berdasarkan hadist Nabi, pembaca surat ini akan dimohonkan ampunan dari tujuh puluh ribu malaikat. Sungguh sebuah kehormatan bisa mendapat doa dari makhluk Allah yang sangat taat tersebut. Lantas surat apakah yang dimaksud? Berikut ulasannya.

Surat yang bisa dibaca untuk mendapatkan keistimewaan tersebut adalah surat Ad-Dukhoon. Surat ke-44 ini turun di Kota Mekkah dan memiliki 59 ayat. Ad Dukhoon memiliki arti kabut asap, karena di dalamnya banyak menceritakan tentang asap.

Hadist tentang keutamaan surat ini berdasarkan hadist riwayat Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda yang artinya

“Barangsiapa membaca Ad-Dukhoon (QS.44) pada suatu malam, maka tujuh puluh ribu malaikat memohonkan ampun baginya.” (HR Tirmidzi).

Hamba yang dimuliakan Allah SWT ini mendoakan manusia agar mendapat ampunan dari Allah. Mereka tidak akan memberikan syafaat kecuali kepada orang-orang yang diridhai Allah. Mereka beristigfar agar orang-orang yang beriman diampuni kesalahan dan dosanya kepada Allah.

”Hampir saja langit itu pecah dari sebelah atas (karena kebesaran Rabb) dan malaikat-malaikat bertasbih serta memuji Rabb-nya dan memohonkan ampun bagi orang-orang yang ada di bumi, bahwa sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang , “ (Qs. Asy-Syura : 5 ).



Doa dan istigfar dari malaikat ini merupakan kasih sayang mereka terhadap manusia. Istighfar para malaikat lebih kuat dikabulkan karena mereka mendoakan dari tempat yang tidak dilihat dan tidak diketahui manusia yang didoakannya.
Dan doa semacam ini, dalam hadits shahih, lebih kuat dikabulkan. Ini tidak lain, karena malaikat melihat dosa-dosa yang dilakukan manusia dan mereka juga tahu dampak buruk akibat dari dosa-dosa tersebut. Sehingga istighfar untuk kaum mukminin yang lebih dahulu mereka lakukan, kemudian doa-doa kebaikan untuk mereka.

Namun demikian, adanya keistimewaan dalam sebuah surat bukan berarti surat lainnya tidak utama. Keistimewaan adalah kelebihan namun bukan berarti satu surat lebih rendah daripada surat lain. Karena sejatinya, Nabi Muhammad SAW memerintahkan kita agar mempelajari seluruh Alquran, bukan surat-surat tertentu saja.

Mari kita meminta ampunan kepada Allah SWT. agar semua dosa kita dapat diampuninya dan kita menjadi muslim yang baik.

sumber islampopuler.com

Friday, November 10, 2017

Contoh permohohonan surat aktif dan transkip nilai

Kepada Yth,
Direktur PPs IAIN Ar-Raniry
Di-
Tempat


Assalamualaikum Warahmatullah Wr, Wb
Dengan hormat,
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama               : Zaki Satria
TTL                 : Cot Seurani, 31 Juli 1986
NIM                : 23111126-2
Semester          : 3 (tiga) ganjil
Kosentrasi       : Fiqh Modern
Alamat                        : Jl. Tanjung Selamat Lr. Mangga No.1 Darussalam Aceh Besar
Dengan ini mengajukan permohonan kepada bapak agar sudi kiranya mengeluarkan kepada saya:
1.      Transkrip Nilai sementara
2.      Surat Aktif Kuliah
Demikianlah surat permohonan ini saya sampaikan, atas pertimbangan bapak saya ucapkan terima kasih.




         Pemohon,

        Zaki Satria

Contoh Permohonan Penetapan Pembimbing Tesis

















                                                                   BandaAceh, 4 Maret 2013

Nomor             : Istimewa                                                  Kepada Yth : Bapak Direktur
Lampiran         : -                                                                PPs IAIN Ar-Raniry
Hal                  : Permohonan Penetapan
  Pembimbing Tesis                                  Di –
                                                                                   
Tempat

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Dengan Hormat,
Salam Sejahtera, semoga Bapak dalam lindungan Allah Swt dan dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan baik. Amin.

Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama                                   : Zaki Satria
NIM                                    : 23111126-2
Alamat                                : Jl. T. Selamat Lr. Mangga No.1 Darussalam Aceh Besar
Tempat dan Tanggal Lahir : Cot Seurani, 31 Juli 1986
Jenis Kelamin                      : Laki-laki
Universitas                          : S2 (PPs IAIN Ar-Raniry) Darussalam-Banda Aceh
Konsentrasi                         : Fiqh Modern
Semester                              : IV (genap)
No. Hp                                            : 085218531639

Dengan ini mengajukan permohonan kepada Bapak untuk memberikan izin  kepada Bapak Prof. Dr. H. Muslim Ibrahim, MA, sebagai Pembimbing Pertama dan Bapak Dr. Abdul Jalil Salam, MA, sebagai Pembimbing Kedua, Tesis saya mahasiswa PPs IAIN Ar-Raniry Tahun Akademik 2012/2013, saya melihat beliau berdua adalah dosen yang tepat dalam membimbing dan mengarahkan saya dalam penulisan tesis, dengan judul: Konsep Mahram dalam Safar (Kajian Pendapat al-Nawawy dan Yusuf Qardhawy).
Sebagai bahan pertimbangan Bapak turut saya lampirkan :
1.      Surat permohonan
2.      Lembaran konsultasi tesis yang telah ditanda tangani oleh dosen penguji seminar
3.      Proposal lama
4.      Proposal baru

Demikianlah surat permohonan ini saya sampaikan kepada Bapak, dengan harapan dapat terkabul hendaknya. Atas perhatian Bapak saya ucapkan terima kasih.

                                                                                                            Hormat Saya
                                                                                                            Pemohon,
                       

                                                                                                            Zaki Satria

Tuesday, November 7, 2017

Pendidikan Anak















BAB I
PENDAHULUAN


            Pembinaan ibadah menjadi penyempurna terhadap pembinaan aqidah, ibadah juga memperkaya aqidah anak-anak ketika mendengar adzan dan melaksanakan perintah Allah. dan Syaikh Ramadhan Buthi berkata: agar aqidah kita kuat, maka kita harus sering beribadah dengan bermacam-macam jenis ibadah seperti shalat, puasa dan sebagainya, dengan demikian memperkuat aqidah di hati kita.[1]
            Masa kanak-kanak bukanlah masa taklif atau yang dibebani dengan kewajiban syari’at, tetapi ia adalah masa persiapan, pelatihan dan pembiasaan sehingga sampai pada masa baligh. Untuk memudahkan mereka mengerjakan sesuatu yang wajib, dan untuk penyempurnaan persiapan dalam hidup, dengan penuh khidmat dan beribadah semata-mata karena Allah. menumbuhkan rasa khusyu’ dan menjadikannya selalu istiqamah dalam beragama, karena pada masa itu peran syahwat masih lemah, dan menjadikan jiwanya selalu dekat dengan Allah. dengan sering membaca al-Qur’an dan mendengarkannya, baik itu dalam shalat atau tidak. Mereka mendengarkan adzan pertanda waktu berbuka ketika berpuasa, terdapat rahasia-rahasia keutamaan ibadah yang tidak terhitung jumlahnya memberi bekas pada anak-anak dalam pertumbuhan kekuatan dan mentalnya oleh karena itu Nabi sangat mengutamakan pendidikan pada masa kanak-kanak ini.
Bahwasanya Rasulullah Saw. juga langsung turut serta dalam proses perkembangan anak-anak dalam beribadah kepada Allah Swt.[2]





BAB II
PEMBAHASAN


Pembinaan Ibadah Terhadap Anak
Asas Ibadah yang pertama- Shalat
1.      Tahapan mengajak anak untuk Shalat
Orang tua menyuruh anaknya untuk shalat dan mengajak shalat bersama-sama atau berjama’ah, menyemangati dengan menasehati anak tentang pentingnya shalat 5 waktu. Dalam tahap ini diwajibkan kepada orang tua selain menasehati tentang pentingnya shalat peran orang tua juga dituntut untuk bisa memberi contoh dengan cara mengajak anaknya ikut dalam shalat 5 waktu berjamaah ketika dia mengetahui kanan dan kirinya.
وقد روي عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال: إذا عرف الغلام يمينه من شماله فمروه بالصلاة
Artinya: Diriwayatkan dari Nabi SAW sesungguhnya beliau bersabda: Apabila seorang anak telah bisa membedakan tangan kanannya dari kirinya maka perintakan mereka untuk sholat.[3]
2.      Tahapan mengajarkan anak tata cara shalat
Disini orang tua mulai mengajarkan rukun-rukun, wajib-wajib, dan yang membatalkan shalat kepada anaknya, dan Nabi Saw. telah menetapkan bahwa seorang anak diajarkan shalat pada umur 7 tahun.
Tahap ini dilakukan sebelum usia anak menginjak 7 tahun dan tahap ini dibagi dengan empat bagian yaitu:
Pertama : dengan mengajarkan anak  tata cara bersuci yang sederhana seperti, menghindari dari najis seperti najisnya air seni dan lain sebagainya dari macam-macam najis. Dan juga mengajarkan tata cara beristinja' atau membersihkan kotoran setelah buang hajat diikuti dengan adab-adab dalam membuang hajat. Dan setelah itu dengan mengajarkan mereka pentingnya menjaga kebersihan tubuh dan pakain dikuti dengan penjelasan bahwa kebersihan itu semua ada hubungan dengan  syarat dari diterimanya sholat.
Kedua : Mengajarkan kepada anak al-Fatihah dan sebagian surat-surat pendek dalam bacaan sholat. Seperti, surat an-Nas, surat al-Ikhlas Dan lain-lain.
Ketiga : mengajarkan tata cara berwudhu diikuti dengan praktek secara langsung seperti apa yang dilakukan para sahabat terhadap anak-anaknya.
Keempat : sebelum usianya menginjak tujuh tahun kita mulai dengan  melatihnya dalam mengerjakan sholat tetapi bukan secara keseluruhan (lima waktu) namun dengan mengerjakan salah satu darinya misalnya mengerjakan sholat subuh.
Dan Rasululullah Saw. mengajarkan secara langsung terhadap anak-anak apa-apa yang dibutuhkan dalam shalat mulai dari membenarkan kesalahan-kesalahan yang dilakukan dalam shalat dan mengajarkan cara adzan.
3.      Tahapan menyuruh anak untuk shalat dan memukulnya apabila meninggalkannya
Diantara usia 7 tahun sampai 10 tahun. Di dalam hadis:
"مروا أولادكم بالصلاة وهم أبناء سبع واضربوهم عليها وهم أبناء عشر، وفرقوا بينهم في المضاجع"
Di hadits tersebut para anak bisa belajar dan tau bahwa kewajiban sholat lima waktu telah menjadi tugas baginya, oleh karena itu diwajibkan kepada kedua orang tua untuk selalu menasehati putra-putri mereka pada dalam masa ini dikarenakan rasulullah telah mengkhususkan pada masa ini sebagai masa atau periode nasihat dalam perintah mengerjakan sholat yang sesungguhnya. Dalam hal ini dianjurkan kepada orang tua untuk selalu mengulang-ulang dalam menasehati dan mengingati anak-anaknya untuk mengerjakan sholat  dengan lemah lembut, senyuman dan rasa cinta serta kasih sayang. Nah, jika kita menghitung seandainya kita menasehati putra-putri disetiap waktu sholat maka dalam waktu tiga tahun dari usia tujuh hingga sepuluh tahun maka kita telah mengingati sang anak sebanyak 5475 kali. Dan didalam masa ini sang anak juga diharuskan mempelajari tata cara bersuci dan sholat yang baik dan benar diikuti oleh bacaan sholat dan doa-doa setelahnya.
Kemudian dalam tahap ini dilaksanakan pada usia sepuluh tahun yaitu, Perintah mengerjakan sholat dan memukulnya bagi yang meninggalkannya. Dalam tahap ini dilakukan setelah pelaksanaan dengan berulang-ulang selama tiga tahun dan apabila sang anak masih suka meninggalkan sholat maka di haruskan bagi kedua orang tua untuk memukulnya agar kelak sang anak tidak meremehkan perintah sholat nantinya. Dan didalam masa ini pula kedua orang tua mengajarkan sang anak sholat-sholat sunnah seperti witr, dhuha dll. Juga dianjurkan kepada orang tua dalam penekanan perintah melaksanakan sholat subuh dengan tepat waktu hingga tertanam di benak anak kebiasaan yang baik di masa yang akan datang.
Adapun ada batas-batas pemukulan orang tua terhadap anaknya, seperti apa yang disabdakan oleh rasul untuk menjauhi daerah sekitar pipi atau menamparnya.
4.      Melatih anak untuk hadir shalat jum’at
عن جابر أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فعليه الجمعة يوم الجمعة إلا مريض أو مسافر أو امرأة أو صبي أو مملوك فمن استغنى بلهو أو تجارة استغنى الله عنه والله غني حميد[4]

            Kemudian Imam kasani berpendapat dalam kitab Bada’I dari hadis diatas bahwasanya shalat jum’at bagi anak-anak adalah sunnah.
           
Anak-anak dilatih shalat jum’at memberikan mamfaat baginya yang banyak antara lain:
1.      Ketika beranjak baligh maka dia akan terbiasa melakukannya.
2.      Berpengaruh kepadanya ketika ia mendengarkan khutbah, membiasakannya mendengarkan nasehat dan sejarah Nabi Saw dan melatihnya mendengar ilmu.
3.      Terbiasa menyatu dalam kelompok-kelompok orang Islam.
4.      Bahsanya waktu-waktu mustajab do’a adalah hari jum’at, yaitu pada waktu khutbah, maka do’a orang yang hadir akan diterima pada saat itu seperti yang disabdakan Nabi Saw.
5.      Memperkaya Imannya, dan mengisi ruhaninya, dalam melaksakan shalat lima waktu, dan taat kepada Allah Swt. Antara satu jum’at dengan jum’at lainnya.
6.      Dia mengenal ulama-ulama dan pengaruh ulama tersebut.
7.      Dengan shalat jum’at maka akan membangun pribadinya dengan sempurna seperti: aqidah, ibadah, sosialisasi, toleransi, dan bertambah ilmunya.


5.      Membiasakan anak untuk shalat malam atau shalat tahajjud
Anak-anak tidak hanya disuruh untuk melakukan dan menjaga shalat lima waktu, tetapi  juga dalam shalat-shalat sunnah, seperti shalat tahajjud.
عن ابن عباس قال: " بت في بيت خالتي ميمونة بنت الحارث زوج النبي صلى الله عليه وسلم وكان النبي صلى الله عليه وسلم عندها في ليلتها فصلى النبي صلى الله عليه وسلم العشاء ثم جاء إلى منزله فصلى أربع ركعات ثم نام ثم قام ثم قال نام الغليم أو كلمة تشبهها ثم قام فقمت عن يساره فجعلني عن يمينه فصلى خمس ركعات ثم صلى ركعتين ثم نام حتى سمعت غطيطه أو خطيطه ثم خرج إلى الصلاة " متفق عليه
            Hadis secara umum menjelaskan bahwasanya Ibnu Abbas yang masih kanak-kanak ikut shalat sunnah malam bersama Rasulullah. Bahwasanya Rasulullah sangat menganggap penting permasalan ini yaitu mengajak anak shalat malam berjama’ah dan mendirikannya sebelah kanannya dan seperti inilah sifat Rasulullah shalat bersama orang dewasa dan anak-anak.

6.      Membiasakan anak dalam shalat istikharah

يا أنس ، إذا هممت بأمر ، فاستخر ربك فيه سبع مرات ، ثم انظر إلى الذي يسبق إلى قلبك ، فإن الخير فيه[5]

Dari di atas bahwasanya Rasulullah Saw. menyuruh anas untuk melakukan shalat sunat istikharah ketika anas dalam keadaan bimbang dan ragu.



7.      Mengajak anak dalam pelaksanaan shalat ‘ied

عن عبد الله بن عمر رضي الله عنهما : أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَخْرُجُ فِيْ الْعِيْدَيْنِ مَعَ الْفَضْلِ بْنِ عَبَّاسٍ وَعَبْدِاللهِ وَالْعَبَّاسِ وَعَلِيٍ وَجَعْفَرٍوالحسن والحسين وَأُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ وَزَيْدٍ بْنِ حَارِثَةَ وَأَيْمَنَ بْنِ أُمِّ أَيْمَنَ رَافِعًا صَوْتَهُ بِالتَّهْلِيْلِ وَالتَّكْبِيْرِ

Artinya:“Nabi r keluar di dua hari raya bersama Al-Fadhl bin Abbas, Abdullah, Al-Abbas, Ali, Ja’far, Al-Hasan,Al- Husain , Usamah bin Zaid, Zaid bin Haritsah, dan Aiman bin Ummi Aiman sambil mengangkat suaranya bertahlil dan bertakbir”.
            Hadis di atas sekilas menunjukkan bahwa Rasulullah Saw. mengajak Ali, Hasan dan Husain dalam pelaksanaan shalat ied atau shalat hari raya, dan mereka disaat itu masih dalam kategori anak-anak, ini menunjukkan bahwasanya seharusnya kita sebagai umatnya juga mengikuti uswah Nabi Saw. dan juga mengajak anak-anak kita dalam melaksanakan shalat hariraya.

Asas Ibadah yang Kedua: anak-anak dan Mesjid
1.      Mengajak anak-anak ke mesjid
Mesjid merupakan tempat dibinanya generasi demi generasi dan menanamkan kecintaan tiap generasi kepada Allah Swt, dan taat kepada segala perintah dan laranganNya dan mengikuti Rasul-rasulnya.
Dan anak-anak itu diajak ke mesjid ketika mereka paham terhadap kebersihan dan dalam keaadaan bersih, sehingga tidak melakukan buang airkecil atau buang airbesar di dalam mesjid, akan tetapi mereka paham dengan melakukan hal itu di kamar kecil atau WC dengan sendirinya, dan mereka telah mempelajari adab-adab dalam mesjid, yaitu masuk dengan tenang, meletakkan sandal pada tempatnya, dan tidak berlari-larian di dalam mesjid. Dan tidak masuk dalam barisan orangtua dan tidak juga membuat keributan.

Asas ibadah yang ketiga: Puasa
Ibadah puasa rohani dan jasmani, anak-anak belajar ikhlas yang sebenarnya semata-mata karena Allah Swt. Bahwasanya Allah selalu bersama mereka, Mengawasi mereka, dan mengajarkan anak jauh dari makanan walaupun dalam keadaan lapar, dan menjauhi minuman walaupun dalam keadaan haus.
Seperti juga dalam menahan keinginan mereka, dan anak-anak juga terbiasa dengan sabar, dan diantara cara sahabat Nabi dalam mendidik anak-anak meraka supaya menganggap penting puasa adalah dengan cara mengajak mereka bermain disaat puasa supaya terasa mudah bagi mereka dan mereka tidak merasakan panjangnya hari dan lelahnya berpuasa.

Asas Ibadah yang keempat: Haji
Mengetahui permasalahan haji adalah sama pentingnya dengan pelaksanaan shalat dan puasa, karena haji adalah termasuk dalam ibadah, maka anak-anak harus dibiasakan juga mengetahui permasalah haji. Ibadah haji seperti yang telah kita ketahui menyatukan kesulitan-kesulitan dari ibadah-ibadah lainnya.
Sahabat-sahabat Nabi yang masih kanak-kanak juga pernah melakukan haji seperti yang terdapat dalam hadis berikut ini:
عن ابن عباس - رضي الله عنهما- أن رسول الله صلى الله عليه وسلم لقي ركباً بالروحاء فقال( من القوم) " قالوا : المسلمون ، فقالوا : من أنت؟ قال :" رسول الله" فرفعت إليه امرأةٌ صبياً فقالت : ألهذا حجٌ؟ قال:" نعم ولك أجرٌ"
Dalam hadis ini menjelaskan bahwa ada seorang wanita yang belum baligh dan ingin melakukan ibadah haji, dan kemudian seseorang bertanya kepada Rasulullah maka bagi wanita kecil ini atasnya melakukan ibadah haji dan Rasulullah pun menjawab :Iya dan baginya pahala juga.
Asas Ibadah yang kelima: zakat
Hadits ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya yang bernama ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-’Ash :

أَنَّ امْرَأَةً أَتَتْ رَسُولَ اللهnوَمَعَهَا ابْنَةٌ لَهَا وَفِى يَدِ ابْنَتِهَا مَسَكَتَانِ غَلِيظَتَانِ مِنْ ذَهَبٍ، فَقَالَ لَهَا: أَتُعْطِينَ زَكَاةَ هَذَا؟ قَالَتْ: لاَ. قَالَ: أَيَسُرُّكِ أَنْ يُسَوِّرَكِ اللهُ بِهِمَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ سِوَارَيْنِ مِنْ نَارٍ؟ فَخَلَعَتْهُمَا فَأَلْقَتْهُمَا إِلَى النَّبِيِّ n وَقَالَتْ: هُمَا لِلهِ عَزَّ وَجَلَّ وَلِرَسُولِهِ

Bahwasanya seorang wanita mendatangi Rasulullah  bersama putrinya yang mengenakan dua gelang emas yang tebal di tangannya, maka Rasulullah  berkata kepadanya:“Apakah engkau telah membayarkan zakatnya?” Wanita itu menjawab: “Belum.” Rasulullah berkata: “Apakah menggembirakan dirimu bahwa dengan sebab dua gelang emas itu Allah akan memakaikan atasmu dua gelang api dari neraka pada hari kiamat nanti?” Maka wanita itu pun melepaskan kedua gelang itu dan memberikannya kepada Nabi  seraya berkata: “Keduanya untuk Allah  dan Rasul-Nya.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan An-Nasa’i. Hadits ini hasan, dikuatkan sanadnya oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Bulughul Maram, dishahihkan oleh Ibnul Qaththan t sebagaimana dalam Nashbur Rayah dan dihasankan oleh Al-Albani dalam Irwa’ Al-Ghalil.
Tentang zakat fitri  Rasulullah Saw. menekankan bahwa ibadah zakat ini adalah wajib dan bukan sunat.

Pembinaan Sosial-Kemasyarakatan Anak
Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim: “Dari Anas bin Malik -radhiallahu ‘anhu- bahwa dia pernah melewati anak-anak kecil, lalu ia memberi salam kepada mereka dan berkata, “Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- selalu melakukan hal ini.”
Asas-asas pembinaan sosial:
Pertama: anak diajak dalam pengajian-pengajian orang dewasa
Kedua: anak dibiasakan melakukan sunnah memberikan salam
Ketiga: Merujuk ke rumah sakit bila anak-anak sakit
Keempat: anak bergaul dengan anak-anak juga.
Kelima: anak dibiasakan dalam transaksi jual-beli
Keenam: anak  diinapkan pada kerabat-kerabat yang shaleh

Pertama: anak-anak diajak dalam pengajian-pengajian orang dewasa
Pada masa Nabi anak-anak menghadiri pengajian Nabi Saw. , dan orang tua mereka membawa mereka ke pengajian  itu yang baik dan suci, umar juga mengajak anaknya ke pengajian Nabi Saw.
Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar ra, Rasulullah Saw. Bersabda: Beritahukanlah kepadaku suatu pohon yang perumpamaannya mirip seorang muslim, berbuah setiap saat dengan izin pemiliknya dan daunnya pun tidak pernah berguguran. Hatiku mengatakan bahwa pohon itu adalah pohon kurma, namun aku tidak berani mengatakannya apalagi disana terdapat Abu Bakr dan Umar, ketika keduanya tidak angkat bicara, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Pohon itu adalah pohon kurma. Ketika aku keluar bersama ayahku, aku berkata; Wahai ayahku, tadi dalam hatiku mengatakan bahwa pohon itu adalah pohon kurma. Ayahku berkata; Kenapa kamu tidak menjawabnya! Sekiranya kamu menjawabnya, maka hal itu lebih aku sukai daripada ini dan ini. Abdullah berkata; Sebenarnya tidak ada yang mencegahku untuk menjawabnya melainkan aku melihatmu dan Abu Bakr tidak juga angkat bicara, maka aku tidak suka (mendahulinya).
Dan Rasulullah juga berbaur dengan anak-anak,  Anas bin Malik berkata: Adalah Rasulullah saw bergaul dengan kami lalu berkata kepada adikku: Ya Abu Umair apa yang dilakukan oleh nughoir – burung yang suka bermain dengannya- ia (Anas) berkata: lalu dicucilah tikar kami dan beliau salat di atasnya dan mengatur shaf kami  di belakangnya. (HR Ahmad).
Dan dalam mengajak anak dalam pengajian orang karena kebutuhan mereka terhadap pendidikan, dan pendidik sanggup memberi petunjuk secara sempurna dan memberikan keberanian dalam menjawab dan ketika melontarkan pertanyaan dan berbicara setelah izin dengan adab dan sopan maka tumbuhlah akalnya, dan memurnikan dirinya, dan melancarkan dalam berbicaranya, dan mengetahui permasalahan dewasa sedikit demi sedikit, dan siap dalam bersosialisasi dengan masyarakat, dan tumbuh sedikit-sedikit, dengan pelatihan dari orangtuanya baginya, anak laki-laki dengan ayahnya, dan anak perempuan dengan ibunya.

Kedua: anak dibiasakan melakukan sunnah memberikan salam
Salam merupakan ucapan selamat dikalangan umat Islam, anak-anak kadangkala bertemu dengan orang-orang yang berbeda dengan tingkatan mereka, maka agar mereka mengenal dengan orang yang ditemuinya harus ada kata pembuka dalam memulai perkenalan dengan orang yang ditemuinya itu.
Dalam menghidupkan pemberian salam Rasulullah dan sahabatnya memberi cara yang sangat mudah yaitu dengan cara orang dewasa selalu terbiasa mengucapkan salam kepada setiap anak yang ditemuinya, sehingga anak-anak mengetahui bahwasanya salam itu adalah sunnah dan mereka juga terbiasa dalam mengucapkan salam.
Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim: “Dari Anas bin Malik -radhiallahu ‘anhu- bahwa dia pernah melewati anak-anak kecil, lalu ia memberi salam kepada mereka dan berkata, “Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- selalu melakukan hal ini.”

Ketiga: Merujuk ke rumah sakit bila anak-anak sakit
Selanjutnya yang membatu perkembangan mental anak-anak dalam masyarakat sosial adalah merujuknya kerumah sakit apabila mereka sakit, ketika mereka melihat dan pada saat itu mereka dalam keaadaan fitrah (suci),  tiap orang dewasa mendatanginya, akan membiasakan adat yang baik dan meringankan beban orang yang sakit, dan menambah Iman sang anak kepada Allah Swt.

Keempat: anak bergaul dengan anak-anak juga.
Dan diantara adab-adab dalam sosial- kemasayarakatan diantara manusia adalah: bersahabat,  dan diantara kebiaasaan manusia adalah berbaur dengan orang lain, dan mengenal satu sama lain, terjadi keakraban sesama, hidup bersama-sama layaknya hidup dalam satu ukhuwah dan mahabbah. Dan orang-tua akan lebih baiknya memilih teman untuk anaknya adalah yang shaleh, yang membatunya dalam belajar dan perkembangannya.
Kelima: anak dibiasakan dalam transaksi jual-beli.
            Bahwasanya Rasulullah Saw. sangat menganggap penting dalam pembinaan anak-anak dalam sosial dan ekonomi, dan berbagai aspek dalam kehidupan agar anak mengetahui perkembangan kehidupan yang baru, masyarakat baru dimana ia tumbuh dan dengan melakukan transaksi jual-beli ia memperoleh pengalaman yang baru dalam masyarakat. Dan dengan cara ini mereka akan berkembang dalam hidup mereka, dan setiap waktu yang dilaluinya bermamfaat seperti halnya juga menimbulkan rasa percaya diri sang anak, belajar bersungguh-sungguh dalam hidup sedikit demi sedikit, jauh dari hal yang bersifat gurauan semata terbiasa dalam memberi dan menerima.

Keenam: anak  diinapkan pada kerabat-kerabat yang shaleh
            Keluarnya seorang anak dari rumahnya ke salah satu rumah kerabat-kerabatnya yang shaleh dan tidur di rumah mereka adalah suatu latihan baginya, ketika melihat keluarganya yang lain dan melatih dirinya untuk bermu’amalah dengan kerabat-kerabatnya dan dia memperoleh ilmu, pemahaman, ibadah dan sebagainya. Seperti halnya juga melatih bersilaturrahmi dan menambah ikatan dan kasih saying sesama kerabatnya, akan meninggalkan kesan yang baik ketika anak beranjak dewasa ketika ia mengingat-ingat masa dia menginap pada rumah saudaranya itu dan mengunnjungi saudara seumurnya atau sepupunya akan memperbaiki tata cara bergaulnya.
           













BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN

Pembinaan ibadah menjadi penyempurna terhadap pembinaan aqidah, ibadah juga memperkaya aqidah anak-anak ketika mendengar adzan dan melaksanakan perintah Allah. dan Syaikh Ramadhan Buthi berkata: agar aqidah kita kuat, maka kita harus sering beribadah dengan bermacam-macam jenis ibadah seperti shalat, puasa dan sebagainya, dengan demikian memperkuat aqidah di hati kita. pembinaan ibadah terhadap anak antara lain:
1.      Tahapan mengajak anak untuk Shalat
2.      Tahapan mengajarkan anak tata cara shalat
3.      Tahapan menyuruh anak untuk shalat dan memukulnya apabila meninggalkannya
4.      Melatih anak untuk hadir shalat jum’at
5.      Membiasakan anak untuk shalat malam atau shalat tahajjud
6.      Membiasakan anak dalam shalat istikharah
7.      Mengajak anak dalam pelaksanaan shalat ‘ied
Adalah hal yang penting juga mendidik anak agar bias menyatu dan membaur dalam kehidupan sosial masyarakat, terdidik berani dan terbiasa membantu satu sama lain, berikut tata cara pembinaan sosial anak:
Pertama: anak diajak dalam pengajian-pengajian orang dewasa
Kedua: anak dibiasakan melakukan sunnah memberikan salam
Ketiga: Merujuk ke rumah sakit bila anak-anak sakit
Keempat: anak bergaul dengan anak-anak juga.
Kelima: anak dibiasakan dalam transaksi jual-beli
Keenam: anak  diinapkan pada kerabat-kerabat yang shaleh



           


DAFTAR PUSTAKA


Ahmad Ahwani, al-Tarbiyatu fi al-Islami,
Ibnu Hajar al-‘Asqalani, Fathul Bari ‘ala Syarhi al-Shahih al-Bukhari,
Al-Kasani, Bada’i al-Shana’i
Ibn Sunni, Amalan Siang dan Malam, no. 603
Sa’id Ramadhan Buthi, Al-Tajribatu al-Tarbiyatu al-Islamiyatu,



[1] Sa’id Ramadhan Buthi, Al-Tajribatu al-Tarbiyatu al-Islamiyatu, hal 40.
[2]Ibn Farhun Al-Maliki, Fathul ‘Ali Al-Malik fi Al-fatawa ‘ala mazhab Imam Malik, 2008
[3] Al-Bani, Dha’if, lihat Kitab Dha’if al-Jami’ No 693
[4] Hadis diriwayatkan dari Abu Daud dari Thariq Ibn Syihab
[5] Ibn Sunni, ‘Amal al-Yaum wa al-Lailah  no. 603