Tuesday, August 14, 2018

KELEBIHAN MENGHADIRI MAJLIS ILMU


Telah berkata Al-Faqih Abu Laits As-Samarqandi di dalam kitab Tanbihul Ghafilin:

"Barangsiapa datang kepada orang 'alim lalu hadir dalam majlisnya tetapi tidak mampu mengingat atau menghafal pelajaran tersebut maka baginya 7 macam kemuliaan":

1- Dia akan mendapat kemuliaan orang-orang yang belajar agama.

2- Selama dia duduk di dalam majlis tersebut, dia akan tertahan daripada berbuat dosa dan kesalahan.

3- Apabila dia keluar daripada rumahnya turun rahmat ke atasnya.

4- Apabila duduk dia di sisi orang 'alim tersebut maka turun rahmat ke atas penuntut-penuntut ilmu, maka menimpa dia juga dengan berkat majlis tersebut.

5- Selama dia mendengar ilmu tersebut niscaya dituliskan baginya kebajikan.

6- Malaikat menaungi ke atas mereka dengan sayap-sayapnya kerana ridha dengan majlis tersebut padahal dia ada di dalamnya.

7- Tiap-tiap kali kakinya melangkah dikifarahkan segala dosa-dosanya dan dinaikkan beberapa darjat dan ditambah segala kebajikan.

11 Kebiasaan Shalafus Shalih dalam Mendidik Anak.


1. Ibu ketika menyusui sambil membaca Ayat Kursi, al-Ikhlas, al-Alaq, an-Nas dan mengulang-ulang bacaan tersebut.

2. Pertama kali yang diajarkan kepada anak ketika baru bisa berbicara adalah yang artinya, "Aku ridha Allah sebagai Tuhanku dan Islam agamaku dan Nabi Muhammad adalah nabi dan rasulku."

3. Mengajak keluar anak-anak kecil ketika waktu malam yang terakhir (sebelum subuh) ke masjid agar menjadi kebiasaan.

4. Sebelum memasuki bulan-bulan berkah seperti Ramadhan, mereka mengumpulkan anak-anak mereka dan bertanya kepada mereka, "Apa yang akan kalian kerjakan di bulan yang berkah ini?" Dari amalan membaca al-Qur'an, dzikir, sedekah dan amalan-amalan lain sebagainya.

5. Mereka mengajari anak-anak tentang niat-niat yang baik sebagaimana mengajari mereka Surat al-Fatihah.

6. Mereka mengadakan majelis ilmu di rumah, dan mengumpulkannya semua yg di rumah, baik berupa harian atau mingguan. Lalu mereka membaca sedikit dari ayat-ayat al-Qur'an (tadarus) dan kitab hadist ataupun fiqih. Kemudian mereka menutup majelis dengan doa serta shalawat kepada Nabi Muhammad saw.

7. Ketika anak-anak mereka masuk usia baligh, mereka akan memberi tahu bahwa anaknya sudah Mukallaf dan sekarang dua Malaikat akan mencatat kebaikan dan kejelekan dan menulis ucapan dan segala perbuatannya. Demikian itu, diadakan semacam perayaan yg dihadiri juga oleh tokoh ulama.

8. Mereka tidak menunda pernikahan anak-anak mereka setelah baligh khawatir terjerumus kepada kemaksiatan.

9. Mereka mengajari anak-anak dengan berdoa memohon kepad Allah dalam setiap keadaan, maka apabila anaknya ingin sesuatu dari orangtuanya, mereka akan berkata kepada anaknya berwudhulah dan shalat 2 rakaat dan mintakanlah kepada Allah akan hajat-hajatmu. Dan setelah shalat, orang tuanya akan memberikan yang anak minta seraya berkata, "Sungguh Allah yang mengabulkan doamu."

10. Mereka membagi tugas kepada setiap anak, ada yang tugas berbelanja ke pasar, dan ada yg menyapu rumah dan ada juga yang bertugas melayani tamu dan ngambil air dan lain sebagainya.

11. Mereka lebih banyak memperhatikan tentang pembelajaran bagi putri-putri mereka daripada yang laki-laki, sebab anak perempuan tidak diperbolehkan keluar rumah.

Wallahu A'lam

Semoga Allah subhanahu wa ta'ala meridhai mereka dan memberikan manfaat kepada kita dengan "sir" mereka, dan pula memudahkan jalan kita untuk mengikuti mereka.

"Aamiin."