Monday, September 3, 2018

Antara Segitiga Bermuda dan Dajjal



ANDA pasti pernah mendengar mengenai Segitiga Bermuda. Entah itu mitosnya atau faktanya, tapi mengenai Segitiga Bermuda ini begitu ramai diperbincangkan masyarakat. Segitiga Bermuda terletak di wilayah lautan Lautan Atlantik seluas 15 juta batu persegi yang membentuk garis segitiga antara wilayah teritorial Britania Raya sebagai titik sebelah utara, Puerto Rico US sebagai titik sebelah selatan dan Miami negara bahagian Florida Amerika di sebelah barat.

Ada hadis yang diriwayatkan Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW telah bersabda "Apabila salah seorang berada di tempat yang terbuka atau di tengah matahari sedang bersinar, lalu bayangan yang meneduhinya bergerak sehingga sebagian dari dirinya terletak di tempat panas dan sebahagian lagi di tempat sejuk, maka hendaklah dia berdiri atau meninggalkan tempat itu. "

Dikatakan larangan ini kerana tempat seperti itu adalah tempat yang paling digemari oleh syaitan. Jadi apa kaitannya dengan Segitiga Bermuda? Alasannya kerana Segitiga Bermuda terletak di perairan Atlantik di pertengahan antara benua Amerika bahagian utara dan Afrika. Secara mudah lokasi ini adalah kawasan pertemuan dua arus panas dari Afrika dan sejuk dari Amerika Utara.

Dengan hadist ini maka terjawablah misteri di Segitiga Bermuda. Perkara-perkara aneh yang berlaku itu tentu antara lain disebabkan pertemuan antara panas dan sejuk dan istana syaitan yang mungkin tersembunyi disitu.

Ada sebuah buku yang berjudul "Dajjal Akan Muncul dari Kerajaan Jin di Segitiga Bermuda" Karya Sheikh Muhammad Isa Dawood dari Mesir, bahwa kawasan Bermuda adalah kawasan jin di mana dari situlah akan muncul Dajjal. Jika benar perkiraan buku itu, tidak aneh lagi apa yang disabdakan oleh Rasulullah SAW itu nyata adanya dan bahkan mendahului zaman sekaligus Rasulullah SAW membuktikan bahawa Islam mempunyai semua jawapan untuk semua soalan.

Menurut Syaikh Imam M. Ma'rifatullah Al-Arsy, Segitiga Bermuda merupakan tempat titik terujung di dunia ini. Di tengah kawasan itu terdapat sebuah telaga yang airnya dapat membuat siapa saja yang meminumnya menjadi panjang umur, di tempat itu pula Nabiyullah Khidzir AS.? bertahta sebagai penjaga sumber air kehidupan tersebut. Syaikh Imam M. Ma'rifatullah Al-Arsy berkata kalau penyelamat akhir Zaman Imam Mahdi akan keluar dari ghaibnya melalui tempat tersebut dengan menggunakan jubah suci berwarna kebiruan.

Lalu apa penyebab hilangnya berbagai macam kapal di tempat itu? Menurut Syaikh Imam M lagi, para iblis dan syaitan tersebut yang tak boleh mendekati pusat kawasan agung itu, maka mereka pun berjaga di sekelilingnya dan bertujuan untuk menghalang setiap manusia yang cuba untuk memasuki kawasan agung itu (Segitiga Bermuda). Kerana sesungguhnya barang siapa yang bisa sampai ke tempat titik tengah kawasan Segitiga Bermuda itu, maka dia akan mengetahui kebenaran alam yang sesungguhnya.

Banyak orang-orang zaman dahulu yang telah mencoba ke pusat Segitiga Bermuda dan kebanyakan daripada mereka enggan untuk kembali pulang ke dunianya. Menurut sebuah artikel kuno, Raja Iskandar Agung pernah mencoba masuk ke kawasan agung itu. Dan sekembalinya mereka mengatakan bahwa tempat itu berpasirkan permata dan berbatukan berlian. Tempat yang dipenuhi dengan kabut putih tebal itu sangat indah untuk dipandang tapi sangat berbahaya untuk didatangi.

Salah satu dari sekian banyak tanda-tanda kiamat, sebagaimana disampaikan Rasulullah SAW adalah munculnya Dajjal, pada suatu masa nanti. Dajjal adalah sosok makhluk bermata satu dan suka membuat dan menyebarkan fitnah. Ia juga mengaku dirinya sebagai tuhan. Akibatnya, banyak umat manusia yang menjadi rusak akhlaknya kerana terpedaya oleh tipu daya dan fitnah dajjal ini. Ia hanya mampu dikalahkan oleh Nabi Isa AS. Oleh kerana itu, Rasulullag SAW sentiasa berdoa agar dijauhkan dari fitnah dajjal. "Ya Allah, aku berlindung dari siksa neraka, azab kubur, fitnah hidup dan masa mati, serta fitnah dajjal."

Dalam berbagai haditsnya, Rasulullah SAW mengingatkan umatnya, agar berhati-hati terhadap dajjal. "Wahai sekalian manusia, sesungguhnya tidak ada fitnah di muka bumi ini yang lebih dahsyat daripada dajjal. Dan Allah SWT tidak mengutus seorang rasul atau nabi pun kecuali ia memperingatkan umatnya terhadap kemunculan dajjal.

Aku adalah Nabi terakhir, dan kamu sekalian adalah umat terakhir pula. Dajjal pasti keluar dari tengah-tengah kalian. Jika ia keluar sedang aku ada di antara kalian, maka aku akan mengalahkannya dengan hujjah dan kemampuanku. Jika ia keluar setelah aku tiada, maka setiap orang akan menjadi penolong dirinya sendiri untuk mengalahkan musuhnya. Allah adalah penggantiku bagi setiap muslim, "(HR Ibnu Majah, Ibn Khuzaimah dan al-Hakim).

Di mana dajjal itu akan muncul, kapan kemunculannya, bagaimana rupanya, sehebat apa kekuatannya, berapa umurnya, dan di mana tinggalnya? Itulah berbagai soalan yang sering diungkapkan banyak orang mengenai sosok dajjal tersebut.

Wallahu'alam.

Saturday, September 1, 2018

Tidak Perlu Sombong Peran Kita di Dunia Sangat Sedikit



Suatu hari di tepi sungai Dajlah, Iraq,  Ulama besar sufi Hasan Al-Basri melihat seorang pemuda duduk berdua-duaan dengan seorang perempuan. Di sisi mereka terletak sebotol arak.

Kemudian Hasan Al-Basri berbisik dalam hati. "Alangkah buruk akhlak orang itu dan alangkah baiknya kalau dia seperti aku! "Tiba-tiba Hasan melihat sebuah perahu di tepi sungai yang sedang tenggelam. Lelaki yang duduk di tepi sungai tadi segera terjun untuk menolong penumpang perahu yang hampir lemas karena karam. Enam dari tujuh penumpang itu berhasil dia selamatkan.

Kemudian dia berpaling ke arah  Hasan Al-Basri dan berkata, "Jika engkau memang lebih mulia daripada saya, demi Allah, selamatkanlah seorang lagi yang belum sempat saya tolong itu."

Tapi betapapun Hasan Al-Basri berusaha, dia gagal menyelamatkan penumpang yang tersisa. Maka lelaki itu berkata: "Tuan, sebenarnya perempuan yang duduk di samping saya ini adalah Ibu saya sendiri, sedangkan botol itu hanya berisi air biasa, bukan anggur atau arak."

Hasan Al-Basri tertegun. "Kalau begitu, sebagaimana engkau telah menyelamatkan enam orang tadi, tolong selamatkanlah saya juga dari tenggelam dalam kebanggaan dan rasa sombong."

Lelaki itu menjawab, "Mudah-mudahan Allah mengabulkan permohonan tuan."

Semenjak itu, Hasan Al-Basri belajar merendahkan hati setiap saat. Bahkan dia menganggap dirinya tidak lebih daripada makhluk lainnya.

Friday, August 31, 2018

Hikmah, harga segelas air...


Suatu ketika, Khalifah Harun Al-Rasyid duduk gelisah. Untuk meringankan beban pikirannya, ia mengundang ulama terkemuka pada masanya, Abu As-Sammak. "Nasihatilah aku!" Pinta Khalifah.

Pada saat yang sama, pelayan membawa segelas air untuk Khalifah. Sebelum minum, Abu As-Sammak berkata, "Tunggu sebentar. Seandainya dalam keadaan sangat haus, sedangkan segelas air ini tidak kau peroleh, berapakah harga yang kau siap bayar? Jawablah dengan jujur! "

"Setengah dari kekayaanku," jawab Khalifah.

Sang ulama pun mempersilakan khalifah minum. Selesai minum, Abu As-Sammak bertanya lagi, "Seandainya air tadi mendesak untuk dikeluarkan, tapi kau tak mampu mengeluarkannya, berapakah yang akan engkau bayarkan agar ia keluar?"

Khalifah menjawab, "Setengah dari kekayaanku."

"Kalau demikian, sadarilah bahawa seluruh kekayaan dan kuasa yang ada di sisimu, nilainya hanya segelas air. Tidak wajar diperebutkan dan dipertahankan tanpa hak. Ketahuilah, betapa banyak nikmat Allah selain segelas air itu yang telah engkau nikmati sehingga tidak wajar jika engkau tidak mensyukurinya, "nasihat Abu As-Sammak kepada Harun Al-Rasyid.

Dialog ringkas di atas memberikan pelajaran berharga. Pertama, hendaklah para penguasa negeri (umara') dalam semua peringkat untuk sentiasa meminta dan mendengar nasihat para ulama. Selagi para umara' masih mendengar nasihat ulama, negeri ini akan selamat dari murka Allah.

Kedua, nilai segelas air. Air sangat berharga dalam kehidupan manusia. Manusia akan mati jika kekurangan cairan (dehidrasi). Air adalah awal dan sumber kehidupan alam semesta. Allah turunkan air yang tidak asin dengan kadar yang tertentu agar mendatangkan kebaikan kepada manusia dan alam semesta. (Surah Al-Waqi'ah [56]: 68-70).

Bumi yang kering akan kembali subur, binatang yang kehausan dan kepanasan akan tersenyum dengan air, dan tanam-tanaman akan tumbuh dengan subur serta rezeki akan melimpah tumbuh dari perut bumi. (Surah [2]: 22, [7]: 57, dan [14]: 32).

Bila makan dan minum yang paling nikmat? Yakni, ketika lapar dan haus. Itulah sebabnya Allah SWT mewajibkan kita puasa. Salah satunya, agar enak makan dan minum. Tetaplah lapar, kerana hanya orang lapar yang mengerti arti sebutir nasi. Tetaplah haus kerana hanya orang haus yang mengerti arti setetes air. Itulah makna bersyukur sebagai salah satu destinasi puasa. (Surah [2]: 185).

Meskipun lapar dan haus, makan dan minumlah mengikut keperluan (keperluan) dan jangan berlebihan. (Surah [2]: 60, [7]: 31, [20]: 81). Bagi yang tidak enak makan, tak perlu minum ubat nafsu makan. Tapi cukup dengan berpuasa, nescaya baik akibatnya (Surah [2]: 184).

Makna berikutnya, makan yang enak adalah ketika makan bersama orang-orang lapar, baik kerana puasa maupun kemiskinan. Memberi hidangan berbuka akan dibalas dengan pahala orang yang berpuasa. Begitu juga memberi makan anak yatim dan dhuafa. (Surah [76]: 8-10).

Jangan makan bersama orang yang kenyang. Sebab, kenikmatan akan hilang dan akhirnya makanan dibuang-buang. Itulah kekufuran (QS [2]: 152) dan perbuatan syaitan (Surah [17]: 26).

Thursday, August 30, 2018

9 Mimpi Nabi Muhammad SAW



Dari Abdul Rahman Bin Samurah ra berkata, Nabi Muhammad saw bersabda:

"Sesungguhnya aku telah mengalami mimpi-mimpi yang menakjubkan pada malam aku sebelum diIsra'kan........"

1. Aku telah melihat seorang dari umatku telah di datang oleh malaikatul maut dengan keadaan yg amat mengerikan untuk mengambil nyawanya,maka malaikat itu terhalang perbuatannya itu disebabkan oleh KETAATAN DAN KEPATUHANNYA KEPADA KEDUA IBUBAPANYA.

2. Aku melihat seorang dari umatku telah disediakan azab kubur yang amat sangat menyiksa, diselamatkan oleh berkat WUDUKNYA YANG SEMPURNA.

3. Aku melihat seorang dari umatku sedang dikerumuni oleh syaitan-syaitan dan iblis-iblis lakhnatullah, maka ia diselamatkan dengan berkat ZIKIRNYA YANG TULUS IKHLAS kepada Allah.

4. Aku melihat bagaimana umatku diseret dengan rantai yang dibuat dari api neraka jahanam yang dimasukkan dari mulut dan dikeluarkan rantai tersebut ke duburnya oleh malaikut Ahzab,tetapi SHALATNYA YANG KHUSYUK DAN TIDAK RIA telah melepaskannya dari siksaan itu.

5. Aku melihat umatku ditimpa dahaga yang amat berat, setiap kali dia mendatangi satu telaga di halang dari meminumnya,ketika itu datanglah pahala PUASANYA YANG IKHLAS KEPADA ALLAH SWT memberi minum hingga ia merasa puas.

6. Aku melihat umatku cuba untuk mendekati kumpulan para nabi yang sedang duduk berkumpul-kumpul, setiap kali dia datang dia akan diusir, maka menjelmalah MANDI JUNUB DENGAN RUKUN YANG SEMPURNANYA sambil ke kumpulanku seraya duduk disebelahku.

7. Aku melihat seorang dari umatku berada di dalam keadan gelap gelita di sekelilingnya, sedangkan dia sendiri di dalam keadaan bingung, maka datanglah pahala HAJI DAN UMRAHNYA YANG IKHLAS KEPADA ALLAH SWT lalu mengeluarkannya dari kegelapan kepada tempat yang terang-benderang.

8. Aku melihat umatku mencoba berbicara dengan golongan orang mukmin tetapi mereka tidak pun membalas bicaranya,maka menjelmalah SIFAT SILATURRAHIMNYA DAN TIDAK SUKA BERMUSUH-MUSUHAN SESAMA UMATKU lalu menyeru kepada mereka agar menyambut bicaranya,lalu berbicara mereka dengannya.

9. Aku melihat umatku sedang menepis percikan api ke mukanya, maka segeralah menjelma pahala SEDEKAHNYA YANG IKHLAS KERANA ALLAH SWT lalu menabir muka dan kepalanya dari bahaya api tersebut.

BERSABDA RASULULLAH SAW: "SAMPAIKANLAH PESANANKU KEPADA UMATKUYANG LAIN WALAUPUN DENGAN SEPOTONG AYAT"

Tuesday, August 28, 2018

Doa Ismul ’Azham (nama Allah yang teragung)



Sahabat Rasulullah SAW yaitu Saiyidina Zaid bin Haritsah sedang bermusafir. Di pertengahan jalan, beliau terhadang dengan seorang perampok yang mengancam untuk membunuhnya.

Saat mendengar ugutan itu, Saiyidina Zaid telah meminta kepada perampok itu agar memberikannya sedikit masa untuk bersembahyang sunat 2 rakaat.

Perampok itu mengizinkan dan berkata :
”Orang lain seperti engkau pun meminta untuk bersembahyang sebelum dibunuh tetapi tidak memberi apa2 faedah pun pada diri mereka!”.
Lalu Saiyidina Zaid pun mengambil wuduk dan bersembahyang 2 rakaat serta berdoa kepada Allah Ta’ala.

Setelah beliau selesai berdoa, perompak itupun datang hendak membunuhnya. Tiba2 perompak itu telah dibunuh oleh seseorang.
Kejadian itu telah memeranjatkan Saiyidina Zaid, lalu beliau bertanya siapakah gerangan yang membunuh penjahat tadi.

Saiyidina Zaid diberitahu oleh pembunuh misteri itu bahawa dia adalah malaikat Allah! Malaikat tersebut juga berkata:
”Wahai Zaid! Tatkala engkau berdoa kali pertama dengan doa tadi maka gementar seluruh para malaikat, maka malaikat Jibril pun berkata:
”Siapakah yang akan menolong orang yang sedang berdukacita ini?
Maka aku pun menjawab kepada malaikat Jibril bahawa aku akan menolongmu. Ketika itu aku berada di langit yang ketujuh!

Apabila engkau berdoa kali kedua, aku sudah berada di langit dunia dan apabila doa kali ketiga engkau ucapkan, aku sudah sampai ditempatmu ini dan membunuh perompak itu!
Ketahuilah wahai Zaid! Siapa yang berdoa dengan doa ini maka permintaannya akan dikabulkan oleh Allah ketika itu juga!

Apabila sampai di kota Madinah Al-Munawwarah, Saiyidina Zaid pun bertemu Rasulullah s.a.w. dan menceritakan peristiwa yang berlaku ke atas dirinya, lalu baginda pun bersabda:

{Wahai Zaid! Sesungguhnya Allah Ta’ala telah mengajar kepadamu akan Ismul ’Azham (nama Allah yang teragung) yang apabila didoakan dengannya, akan diperkenankan dan apabila diminta dengannya, akan diberi.}

[Ya Allah, Maha Pencinta 3x Wahai Pemilik Arasy Yang Mulia, Wahai Zat Yang Menzahirkan, Wahai Zat Yang Mengembalikan, Wahai Zat Yang Berbuat SekehendakNya, aku memohon padaMu demi nur wajahMu yang memenuhi seluruh ruang ArasyMu, dan demi qudratMu yang telah Engkau taqdirkan ke atas sekelian makhlukMu, dan demi rahmatMu yang meliputi setiap sesuatunya, tiada tuhan melainkan Engkau, demi rahmatMu yang memberi pertolongan, Wahai Zat Yang Menolong orang yang meminta pertolongan, tolonglah aku 3x].

(Dari kitab Syamsul Maarif juz 2, juga kitab Fathul Malikil Majid, 62).

Monday, August 27, 2018

Inilah Tiga Tingkat Kenikmatan Manusia



Dalam shalat kita memanjatkan doa kepada Allah. "Ya Allah, tunjukkanlah kami jalan yang lurus. Yakni, jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat atas mereka. Bukan jalan orang-orang yang Engkau murkai dan orang-orang yang sesat. "(Surah al-Fatihah [1]: 6-7).

Siapakah orang-orang yang telah diberi nikmat itu? Allah SWT mempertegasnya dalam surah an-Nisa 'ayat 69, yaitu an-nabiyyin (para nabi), ashshiddiqin (orang-orang yang benar dan jujur), asy-syuhada (orang-orang yang mati syahid), dan ash-shalihin (orang -orang yang soleh).

Tentu saja, kenikmatan yang mereka peroleh tidak pada bendakan, tapi nikmat iman dan Islam. Itulah nikmat yang paling tinggi nilainya. Nikmat yang menjadikan segala nikmat duniawi menjadi berharga dan maslahat. Jika tanpa nikmat iman dan Islam, semuanya boleh menjadi malapetaka yang menjerumuskan.

Sungguh nikmat Allah SWT begitu banyak tak terhingga. Sekiranya kita menghitung, tak sanggup menghitungnya. Kerana itulah, Allah SWT tidak menyuruh kita menghitung, tapi bersyukur. (Surah [2]: 152,172, [31]: 12). Kenyataannya, sedikit sekali manusia yang bersyukur. (Surah [7]: 10, [14]: 34, [23]: 78, [67]: 23). "Lalu nikmat Tuhanmu mana lagi yang kau dustakan?" Sebanyak 31 kali diulang dalam surah ar-Rahman.

Ada tiga kategori kenikmatan yang sekaligus menjadi tingkatan yang ingin diraih manusia. Pertama, kenikmatan fisikal. Kategori ini paling rendah dan menjadi keperluan asas manusia (basic needs). Kenikmatan fisikal (material) berkaitan dengan jasmaniah, yakni makan dan minum (termasuk buang hajat), harta, tidur, dan seks. Tidak jauh dari sejengkal dari pusat ke atas (perut) dan ke bawah (kemaluan).

Kedua, kenikmatan sosial. Kalau manusia meraih nikmat fisikal, bererti dia telah memperoleh kelazatan duniawi (lazaat) yang sifatnya individual. Tapi, dia belum mencapai kebahagian (assa'adah). Sebenarnya, binatang juga tidak boleh hidup tenang hanya dengan fisikal belaka. Mereka memerlukan keluarga dan masyarakat (sosial). Demikian pula manusia. Nikmat sekali hidup seorang yang masih punya isteri / suami, orang tua, kanak-kanak, ahli keluarga, sahabat, dan jiran yang baik. Jika tak bertemu, rasa rindu tak terkira. Keletihan dan penderitan sepanjang mudik pada Hari Raya terabai.

Ketiga, kenikmatan spiritual. Ketika seseorang memiliki harta, kedudukan, sehat, rumah yang indah, kendaraan yang bagus, isteri dan anak yang soleh, peduli pada tetangga dan kaum dhuafa, serta mustadh'afin. Masya Allah, nikmat sekali hidupnya. Tapi, kedua-dua nikmat tersebut masih nisbi dan boleh hilang tak berbekas dalam sekejap. Kedua kenikmatan itu akan lebih bermakna lagi jika kita meraih kenikmatan spiritual.

Kenikmatan spiritual bersifat rohaniah (ilahiah) yang diperoleh ketika seseorang berjaya membersihkan hati, pikiran, dan perbuatan dari segala macam keburukan (Surah [91]: 9-10). Sehingga, cahaya ilahi merasuk ke dalam qalbu, pikiran, dan perbuatan.

Dia akan merasakan nikmat menjalani keadaan apa pun. Musibah bukan lagi derita, melainkan jalan bahagia. Tidak hanya merasa nikmat ketika lapang, tetapi dalam derita dan perjuangan.

Wallahu a'lam.

7 hari menjelang wafat Rasulullah SAW



Minggu, 4 Rabi'ul Awwal 11 H (Seminggu sebelum wafat)

Rasulullah baru saja kembali dari ziarah maqam para sahabat (baqi '), ketika Jibril menemui Beliau dan mengajukan dua pilihan. Apakah Rasulullah menginginkan dunia dan segala isi kandungannya, atau bertemu Allah SWT? Dan Rasulullah Saw memilih pilihan kedua.

Setibanya di rumah, Aisyah ra. menyambut Rasulullah seraya berkata: "Wahai Rasul, kepalaku pusing". Rasulullah-pun tersenyum, "Demi Allah wahai isteriku, kepalaku juga pusing sekali". Lalu Rasulullah bertanya kepada Aisyah sambil bersendagurau, "Apa yang menjadi beban fikiran, bila engkau meninggal duluan sebelum aku?"
Sambil bersenda mesra Aisyah menjawab, "Demi Allah, jika demikian wahai Rasulullah, Engkau tinggal kembali ke isteri-isterimu yang lain". Rasulullah tersenyum mendengar jawaban Aisyah, dan Beliau tidur pada malam itu dalam keadaan sakit. Inilah permulaan sakit Rasulullah yang menyebabkan wafatnya beliau.

Rabu, 7 Rabi'ul Awwal 11 H (Lima hari sebelum wafat)

Seperti biasa Rasulullah mengunjungi isteri-isterinya secara bergilir. Dan setibanya di rumah Maimunah ra, sakit Beliau tiba-tiba bertambah parah. Lalu Rasulullah memanggil isteri-isterinya untuk berkumpul, lalu meminta izin agar boleh dirawat di rumah Aisyah ra. Keadaan Rasulullah semakin parah, beliau terpaksa dipapah oleh Fadhil bin 'Abbas dan Ali bin Abi Talib menuju ke rumah Aisyah, sedangkan kedua kaki Beliau sudah tidak boleh menapak tanah.

Kamis, 8 Rabi'ul Awwal 11 H (Empat hari sebelum wafat)

Rasulullah meminta dibawakan untuknya tujuh bejana berisi air dari tujuh telaga yang berbeda. Dalam posisi duduk, Rasulullah dimandikan dengan air tersebut. Kerana merasa pusingnya agak berkurang, Rasulullah keluar dan berkhutbah di hadapan umatnya. Dan pada hari itu juga, Rasulullah masih sempat shalat maghrib berjamaah bersama para sahabat.

Itu merupakan khutbah terakhir Rasulullah, dan shalat terakhir beliau bersama para sahabat dan pengikutnya.

Minggu, 11 Rabi'ul Awwal 11 H (Satu hari menjelang wafat)

Rasulullah membebaskan semua hamba sahayanya, dan menghibahkan seluruh peralatan perangnya kepada kaum muslimin. Tidak ada yang tersisa dari harta Beliau kecuali disedekahkan semuanya.

Isnin pagi, 12 Rabi'ul Awwal 11 H (Hari wafatnya Rasulullah)

Ketika kaum muslimin sedang menunaikan shalat subuh berjemaah, dan Abu Bakar ra bertindak sebagai imam. Rasulullah membuka pintu rumahnya yang bersebelahan dengan jamaah shalat. Rasulullah tersenyum melihat para sahabatnya mendirikan shalat. Beliau teringat perjuangan menyebarkan Islam yang telah beliau tempuh bersama para sahabatnya itu selama 23 tahun.

Abu Bakar dan sebahagian jamaah sadar kalau Rasulullah sedang memperhatikan mereka di depan pintu rumahnya. Nyaris saja Abu Bakar melangkah mundur sebagai isyarat agar Rasulullah mengimami mereka, namun Rasulullah berkata, "Teruskan shalat kalian .." Rasulullah tersenyum dan menutup kembali pintu rumahnya.

Itu adalah kali terakhir para sahabat melihat Rasulullah sebelum beliau wafat. Dan juga kali terakhir Rasulullah melihat para sahabat, dan saat itu mereka dalam keadaan sedang shalat.

Isnin, waktu dhuha, 12 Rabi'ul Awwal 11 H (Hari wafatnya Rasulullah)

Fatimah ra., Puteri Rasulullah saw mendatangi beliau, dan duduk di sebelah kanan Rasulullah. "Selamat datang wahai puteriku" Sapa Rasulullah. Lalu beliau membisikkan sesuatu kepada Fatimah, seketika Fatimah menangis. Rasulullah membisikkan untuk kedua kalinya, dan seketika itu pula Fatimah tertawa.

"Apa yang dikatakan Rasulullah saw kepada kamu?" Tanya Aisyah ra.

"Pertama, Rasulullah membisikkan kepadaku; 'Bahawa Malaikat Jibril biasanya menemuinya sekali dalam setahun untuk membacakan ayat-ayat Al-Qur'an. Namun, tahun ini Jibril dua kali menemuinya. Ini mungkin pertanda ajalnya sudah dekat '. Makanya aku menangis ". Jawab Fatimah Ra.

Lalu Fatimah melanjutkan, "Yang kedua, Rasulullah menanyakan, 'Apa kamu bersedia menjadi yang pertama dari keluargaku yang akan melanjutkan perjuanganku? Atau bersediakah engkau menjadi 'Ibu bagi orang-orang yang beriman' (ummahatulmukminin)? '. Dan aku tertawa haru mendengar soalan itu ", tuntas Fatimah ra.

Ini adalah dialog terakhir antara Rasulullah dengan putri tercintanya Fatimah Ra.

Isnin, saat-saat wafatnya Rasulullah, 12 Rabi'ul Awwal 11 H

Di saat-saat terakhir, datang Abdurrahman bin Abu Bakar (Abang dari Aisyah ra) dan ia membawa siwak (kayu yang biasa digunakan untuk membersihkan gigi). Aisyah melihat Rasulullah memperhatikan siwak tersebut, dan lewat isyarat isterinya tahu Beliau seperti ingin bersiwak ketika itu. Lalu Rasulullah duduk bersandar di pangkuan Abdul Rahman. Aisyah ra. langsung tanggap dan meminta siwak dari Abdurrahman agar diberikan kepada Rasulullah, dan bersiwak adalah pekerjaan Rasulullah yang terakhir sebelum menemui ajal.

Setelah selesai bersugi, Rasulullah memandang ke atas, dan bibir beliau berkomat-kamit pelan hingga Aisyah ra mendekatkan wajahnya dan mendengar Rasulullah berdo'a;

مع الذين أنعمت عليهم من النبيين والصديقين والشهداء والصالحين, أللهم اغفرلي وارحمني والحقني بالرفيق الأعلى .. أللهم الرفيق الأعلى .. أللهم الرفيق الأعلى .. أللهم الرفيق الأعلى ..

Artinya:

"Sebagaimana orang-orang yang telah Engkau beri nikmat dari golongan para Nabi, orang-orang yang jujur, para syuhada dan para shalihin. Wahai Allah, ampunilah dosaku, sayangilah aku, dan pertemukan aku dengan-Mu (Kekasihku Yang Maha Tinggi). Wahai Allah, Kekasihku Yang Maha Tinggi .. Wahai Allah, Kekasihku Yang Maha Tinggi .. Wahai Allah, Kekasihku Yang Maha Tinggi ..

Setelah membaca kalimat di atas, Rasulullah membasuh wajahnya dengan air yang terdapat di sisi beliau, dan kembali melafadhkan;

إن للموت لسكرات .. أللهم الرفيق الأعلى .. أللهم الرفيق الأعلى .. أللهم الرفيق الأعلى ..

Artinya:

"Sesungguhnya kematian itu akan menghadapi 'sakaratulmaut', Wahai Allah, Kekasihku Yang Maha Tinggi .. Wahai Allah, Kekasihku Yang Maha Tinggi .. Wahai Allah, Kekasihku Yang Maha Tinggi .. "

Pada saat malaikat ingin mencabut nyawa Baginda, Baginda masih memikirkan umat-umatnya. Ummati! Ummati! Sampai begitu sekali sayang Rasulullah pada kita.
Lalu Rasululllah-pun menghembuskan nafas terakhirnya ..

Anas bin Malik mengisahkan, "Tiada hari yang paling indah dan cerah selain hari kedatangan Rasulullah saw. ke Madinah. Dan tiada hari yang lebih mendung dan muram daripada hari ketika Rasulullah saw. wafat di Madinah ".

Monday, August 20, 2018

Sheikh Abdul Qadir Jailani



Sheikh Abdul Qadir Jailani terkenal sebagai salah seorang ulama besar pada masanya. Malah beliau juga dikenal mempunyai banyak karamah dan tokoh Tariqat Al Qadiriyah.

Beliau adalah dari keturunan Rasullulah Saw dan menuntut berbagai bidang ilmu agama di Parsi dan Baghdad dari berpuluh orang ulama besar hingga beliau menjadi alim dan mempunyai bayak muridnya sendiri di kota Baghdad, Iraq.

Pada suatu malam beliau bermimpi bertemu dengan Rasullulah saw dan baginda telah meludah ke dalam mulutnya tujuh (7) kali. Sejak peristiwa itu beliau menjadi lebih pintar menyampaikan ceramahnya kepada orang banyak dan banyak ilmu hakikat yang diperolehinya.

Bagaimanapun, untuk mencapai ilmu hakikat karunia Allah itu beliau pernah mengasingkan diri selama berpuluh tahun untuk beribadat, berpuasa, berzikir, dan membaca Al-quran khatam setiap malam.

Diriwayatkan bahawa pada suatu hari ada sekumpulan ulama hendak menguji ilmu beliau lalu mereka mengundang beliau hadir ke majlis itu, tetapi tidak ada seorang pun yang berani bercakap. Mulut mereka seolah-olah terkunci dan ingatan mereka hilang sekaligus.

Akhirnya sheikh Abdul Qadir mengangkat kepalanya dan meminta mereka mula berbicara. Tetapi orang yang mula berbicara terus meminta maaf kepadanya kerana berniat buruk terhadapnya.

Kemudian beliau pun menjawab semua soal yang ditujukan kepadanya hingga semuannya berpuas hati.
Sheikh Abdul Qadir adalah seorang hamba Allah yang sentiasa beribadat siang dan malam, sentiasa berwuduk dan salat sunat dua rakaat.

Syeikh Abdul Fattah Al Harawi, khadamnya yang berkhidmat selama 40 tahun berkata : “Pada suatu malam aku melihat beliau solat sunat 2 rakaat, kemudian berzikir sampai tiga perempat malam yang pertama.

“Selama berzikir itu aku lihat tubuhnya diselimuti oleh semacam nur hingga tubuhnya tidak kelihatan. Kemudian beliau berdiri dan solat sunat dengan memanjangkan bacaan Al-quran dan sujudnya.

Sesudah itu beliau berzikir lagi hingga terbit fajar. Pada saat-saat akhir aku dengar suara orang memberi salam dan beliau menjawab salam itu satu persatu sampai tiba solat subuh.”

Sheikh Abdul Qadir pernah menceritakan pengalaman dirinya sendiri waktu dia masuk ke negeri Iraq dan dapat berjumpa dengan Khidir seperti pertemuan pertemuan Khidir dengan Nabi Musa dahulu (baca kisah pertemuan ini dalam surah al-Kahfi).

Khidir menyuruh beliau duduk di suatu tempat hingga dia datang lagi.”Aku duduk di situ selama setahun hingga Khidir datang lagi. Pada mulanya Sheikh Abdul Qadir makan daun kayu dan rumput untuk hidup dan minum air.

Selama setahun, beliau berpuasa dan tidak tidur. Akhirnya pada suatu malam yang dingin dia merasa mengantuk dan tertidur. Dalam tidurnya itu dia ihtilam (mimpi jimak ) hingga keluar mani. Lalu dia mandi wajib di dalam sungai. Sesudah itu dia tertidur lagi dan ihtilam lagi berkali sebanyak 40 kali.

Akhirnya beliau berjaya melawan tabiat tidurnya dan beribadat tanpa tidur lagi.

Diriwayatkan bahwa seorang ibu pernah membawa puteranya kepada Syeikh Abdul Qadir Jailani untuk diajar semoga anak itu akan menjadi seperti beliau. Anak itu, pun disuruhnya beribadat siang dan malam serta mengurangkan tidur dan makan.

Pada suatu hari ibunya datang dan melihat tubuh anaknya kurus dan lemah lalu dia pergi menemui Syeikh Abdul Qadir. Dilihatnya beliau makan ayam di atas meja. Wanita itu pun menyatakan kesalnya kerana anaknta sendiri kelihatan kurus dan lemah.

Syeikh Abdul Qadir pun meletakkan tangannya di atas tulang-tulang ayam di dalam pinggan itu dan berkata:”bangkitlah wahai ayam dengan izin Allah.” Si ibu itu kehairanan melihat tulang-tulang ayam tadi bertukar menjadi ayam yang hidup. “Kalau puan mahu anak puan makan makanan yang baik-baik bersabarlah sampai dia menjadi seperti saya.”

Syeikh Al Harawi melaporkan bahawa pada suatu hari beliau melihat 3 ekor kuda menarik kereta yang berisi khamar (arak). Perjalanan kereta itu dikawal beberapa askar menunjukkan khamar itu kepunyaan kerajaan.

Syeikh Abdul Qadir menyuruh para pengawal itu berhenti,namun tiada seorang pun yang sanggup mengikut perintahnya. Kemudian Sayid Abdul Qadir berkata kepada kuda-kuda itu:”Wahai kuda berhentilah kamu dengan izin Allah.” Mala kuda-kuda itu pun berhenti.

Syeikh Abdul Qadir mengambil botol-botol khamar itu dan memecahkannya dengan katanya :“Khamar ini telah menjadi cuka dan tidak boleh diminum lagi.”

Syeikh Al Harawi berkata :”Aku menjamah isi botol yang pecah itu dan bila aku rasa memang isinya telah bertukar menjadi cuka.”
Diriwayatkan pada suatu hari Sayid Abdul Qadir berada dalam sebuah majlis muridnya, tiba-tiba ada seekor burung helang berlegar-legar sambil membuat bising di atas kepala mereka.

Syeikh Abdul Qadir berkata:“Wahai angin, putuskanlah kepala burung itu.” Dengan izin Allah burung itu jatuh dan kepalanya telah putus.

Kemudian beliau pun mengambil badan burung itu, dan kepalanya sambil berkata:”Bismillahir Rahmanir Rahim” hiduplah wahai burung.” Maka burung yang mati itu hidup kembali. Hal ini disaksikan oleh orang ramai di majlis itu.

Pada suatu masa sungai Tigris di Iraq naik sampai ke tebingnya akibat hujan lebat. Penduduk Baghdad jadi ketakutan kerana arus sungai yang deras boleh merosakkan harta benda dan tanaman mereka.

Mereka pergi menemui Abdul Qadir Jailani meminta pertolongannya. Beliau pun pergi ke tebing sungai itu. Sambil menyentuhkan hujung tongkat itu ke tebing sungai dan berkata:”Hai Tigris, tetaplah kau pada had ini sahaja dengan izin Allah.”

Air sungai Tigris itu pun surut pada garis yang ditandakan oleh beliau dengan tongkatnya dan penduduk Baghdad pun terselamat.
Diriwayatkan pada suatu masa Khalifah yang berpusat di kota Baghdad telah datang orang membawa wang emas untuk dihadiahkan kepada Syeikh Abdul Qadir. Ketika kantung wang emas itu diletakkan dihadapannya beliau menekankan tangannya pada kantung itu lalu mencurahlah darah keluar daripada dalamnya.
Beliau berkata:”Tuan hamba telah mengambil wang ini secara paksa dari orang ramai. Wang ini sebenarnya adalah darah mereka yang tuan peras.”

Mendengar kenyataan itu, khalifah itu rebah pengsan.
Syeikh Abdul Qadir Jailani wafat pada bulan Rabiul Awal tahun 561H ketika berumur 91 tahun. Makamnya di Baghdad diziarahi oleh beribu-ribu orang islam setiap hari hingga sekarang.

Syiah dibalik kejatuhan kota Baghdad oleh kafir Tatar



Pada tahun 656 H, Hulagu Khan Raja Tatar berhasil menguasai kota Baghdad yang ketika itu menjadi pusat peradaban Islam di bawah kekuasaan Bani Abbasiyyah. Kejayaan kempen serangan Tatar ini tidak lepas dari peranan dua orang Syiah. Yang pertama adalah seorang menteri pengkhianat khalifah Muktashim yang bernama Mu'yiduddin Muhammad Ibnul Alqamy. Kedua adalah seorang ahli nujum Nashirudin At-Thusi penasihat Hulagu.

Pada penghujung kepemimpinan khalifah Mustanshir, jumlah pasukan Bani Abbasiyyah mencapai seratus ribu tentera. Sepeninggalan Mustanshir dan tampuk kepimpinan dipegang oleh Muktashim. Ibnul Alqamy mengemukakan cadangan kepada khalifah untuk mengurangkan jumlah pasukan dengan alasan untuk menghemat ongkos. Cadangan itu disetujui oleh khalifah. Padahal itu merupakan taktik untuk melemahkan kekuatan tentera. Hingga akhirnya jumlah pasukan hanya sepuluh ribu saja.

Pada saat yang sama, Ibnul Alqami menjalin hubungan gelap dengan Hulagu. Dia sering menulis surat kepada Hulagu dan memberinya motivasi untuk menguasai Baghdad dan berjanji akan membantunya sambil menggambarkan keadaan pertahanan Baghdad ketika itu yang semakin lemah. Dia melakukan itu semua demi memberantas sunnah, menampakkan bid'ah rafidhah dan menukar kuasa dari Bani Abbasiyyah kepada Alawiyyah.

Pasukan Hulagu kemudian bergerak menuju Baghdad. Pasukan Khalifah baru menyedari bahawa Tatar telah bergerak masuk. Usaha penghadangan Tatar yang dilakukan oleh khalifah gagal hingga akhirnya Tatar berjaya menguasai sebahagian wilayah Baghdad. Dalam keadaan itu, Ibnul Alqami berjumpa Hulagu dan membuat perancangan dengannya kemudian kembali kepada khalifah Muktashim dan mencadangkan kepadanya untuk melakukan perdamaian seraya berkata bahawa Hulagu akan tetap memberi kuasa sebagaimana yang Hulagu lakukan terhadap penguasa Romawi.

Dia mau menikahkan puterinya dengan anak lelaki khalifah yang bernama Abu Bakar. Dia terus mencadangkan agar tawaran itu dipersetujui oleh khalifah. Maka khalifah pun berangkat dengan membawa para pembesar pemerintahannya dalam jumlah yang ramai (dikatakan sekitar 1200 orang)

Khalifah menempatkan rombongannya di sebuah kemah. Lalu menteri Ibnul Alqami mengundang para ahli fikih dan tokoh untuk menyaksikan akad pernikahan. Maka berkumpullah para tokoh dan guru Baghdad yang diantaranya adalah Muhyiddin Ibnul Jauzi beserta anak-anaknya untuk berjumpa Hulagu. Apabila tiba, pasukan Tatar membunuh mereka semua. Begitulah setiap kelompok dari rombongan khalifah yang datang dibunuh. Tidak cukup dengan itu, pembunuhan berterusan terhadap seluruh penduduk Baghdad. Tidak ada yang terkecuali selain dari penduduk kota Baghdad yang bersembunyi. Hulagu juga membunuh khalifah dengan cara mencekiknya atas nasihat Ibnul Alqami.

Pembunuhan beramai oleh Tatar terhadap penduduk Baghdad berlangsung selama empat puluh hari. Satu juta mangsa yang terbunuh akibat kekejaman Tatar. Kota Baghdad hancur dibasahi darah, rumah penduduk porak-poranda, buku-buku peninggalan para ulama semua dibakar dan Baghdad telah jatuh kepada penguasa kafir Hulagu Khan.

[Lihat Al Bidayah wa Al Nihayah, vol. 13, hal. 192, 234 - 237, Al-Nujuum Al Zaahirah fii Muluuk Mishr wa Al Qahirah, vol. 2, hal. 259 - 260].

PENGHARAMAN BABI DALAM AL-QURAN


1) Surah al-Baqarah 2:173 – “Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan kepada kamu memakan bangkai, darah, daging babi dan binatang-binatang yang disembelih tidak kerana Allah.”

2) Surah al-Maidah 5:3 – “Diharamkan kepada kamu (memakan) bangkai (binatang yang tidak disembelih), darah (yang keluar mengalir), daging babi (termasuk semuanya), binatang-binatang yang disembelih bukan kerana Allah, yang mati tercekik, yang mati dipukul, yang mati jatuh dari tempat tinggi, yang mati ditanduk, yang mati dimakan binatang buas kecuali yang sempat kamu sembelih (sebelum habis nyawanya), yang disembelih atas nama berhala dan (diharamkan juga), kamu merenung nasib dengan undi batang-batang anak panah.”

3) Surah al-An’am 6:145 – “Katakanlah (wahai Muhammad): “Aku tidak dapati dalam apa yang telah diwahyukan kepadaku sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya melainkan kalau benda itu bangkai atau darah yang mengalir atau daging babi kerana sesungguhnya ia kotor.”

4) Surah al-Nahl 16:115 – “Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan kepada kamu memakan bangkai, darah, daging babi, binatang yang disembelih bukan kerana Allah, maka sesiapa terpaksa (memakannya kerana darurat) sedang ia tidak mengingininya dana tidak melampaui batas (pada kadar benda yang dimakan itu, maka tidaklah ia berdosa).

Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mengasihani.”

Thursday, August 16, 2018

CERITA HIKMAH: DUA SAKU YANG BERBEDA


Alkisah, ada seseorang yang sangat menikmati kebahagiaan dan ketenangan di dalam hidupnya. Orang tersebut mempunyai dua saku. Pada saku yang satu terdapat lubang di bawahnya, tapi pada saku yang lainnya tidak terdapat lubang.

Segala sesuatu yang menyakitkan yang pernah didengarnya seperti makian dan sindiran, ditulisnya di sebuah kertas, digulung kecil, kemudian dimasukkannya ke dalam poket yang berlubang.

Tetapi semua yang indah, benar, dan bermanfaat, ditulisnya di sebuah kertas kemudian dimasukkannya ke dalam saku yang tidak ada lubangnya.

Pada malam hari, ia mengeluarkan semua yang ada di dalam poket yang tidak berlubang, membacanya, dan menikmati hal-hal indah yang sudah diperolehnya sepanjang hari itu. Kemudian ia merogoh saku yang ada lubangnya, tetapi ia tidak mendapati apa pun.

Maka ia pun tertawa dan tetap bergembira kerana tidak ada sesuatu yang boleh merusak hati dan jiwanya.

***

Sobat ... Itulah yang seharusnya kita lakukan dalam kehidupan yang kita jalani ini. Menyimpan semua yang baik di "Poket yang tidak berlubang", sehingga tidak satupun yang baik akan hilang dari hidup kita.

Sebaliknya, simpan semua perkara buruk yang berlaku pada kehidupan kita di "Poket yang berlubang", maka kemudian hal yang buruk itu akan terjatuh dan tidak perlu kita ingat kembali.

Walaupun demikan, masih banyak diantara kita yang melakukan hal tersebut berbalik-balik, kita menyimpan semua perkara yang baik di "Poket yang berlubang", dan yang tidak baik di "Poket yang tidak berlubang" (memelihara fikiran-fikiran jahat dan segala sesuatu yang menyakitkan hati). Maka ketahuilah sobat, jiwa kita akan menjadi tertekan dan tidak ada semangat dalam menjalani hidup.

Maka dari itu, agar kita dapat menikmati kehidupan yang bahagia dan tenang: janganlah menyimpan apa yang tidak baik di dalam hidup kehidupan kita, biarkan dia sirna jauh dari tatapan mata kita, sehingga tidak satupun dari kita yang tidak merasakan ketenangan spiritual. Mari kita sama-sama menyimpan yang baik-baik agar dapat bermanfaat bagi kita dan umat esok harinya.

Semoga artikel ini dapat memberi hikmah yang baik, untuk bermanfaat bagi kita semua.

Sejarah Hidup Nabi Muhammad Saw: Umar tidak Percaya Nabi Wafat


Wafatnya Rasulullah SAW sangat mengejutkan kaum Muslimin yang sedang berada di dalam masjid. Sebab, pagi harinya mereka melihat Nabi SAW menunjukkan tanda-tanda kesembuhan.

Setelah mengetahui hal itu, Umar segera ke tempat disemayamkannya jenazah Rasulullah. Ia tidak percaya bahwa Rasulullah sudah wafat. Ketika dia datang, dibukanya tutup wajah beliau. Ternyata beliau sudah tidak bergerak lagi.

Umar menduga bahwa Nabi sedang pingsan, tentu akan siuman lagi. Mughirah meyakinkan Umar atas kenyataan yang pahit ini, namun Umar tetap berkeyakinan bahawa Rasulullah tidak wafat. Oleh kerana itu Umar keras kepala dan berkata kepada Mughirah, "Engkau dusta!"

Kemudian Umar keluar ke masjid sambil berteriak, "Ada orang dari kaum munafik yang mengira bahwa Rasulullah SAW telah meninggal dunia. Tetapi demi Allah, sebenarnya dia tidak meninggal, melainkan ia pergi kepada Tuhan, seperti Musa bin Imran. Ia telah menghilang dari tengah-tengah masyarakatnya selama 40 hari, kemudian kembali lagi ke tengah mereka setelah dikatakan dia sudah mati. Sungguh, Rasulullah pasti akan kembali seperti Musa juga. Orang yang menduga bahwa dia telah meninggal, tangan dan kakinya harus dipotong! "

Teriakan Umar yang kencang dan berulang-ulang ini didengar oleh kaum Muslimin di masjid. Mereka pun kebingungan. Mereka kemudian mengerumuni Umar, mempercayai pendapatnya, bahawa Rasulullah tidak meninggal.

Tiba-tiba Abu Bakar Ash-Shiddiq datang. Ketika dilihatnya kaum Muslimin dalam keadaan demikian, dan Umar sedang berpidato, ia tidak berhenti lama-lama di tempat itu melainkan terus ke rumah Aisyah tanpa menoleh lagi.

Ketika masuk ke rumah anak perempuannya, dilihatnya Nabi di salah satu bahagian dalam rumah itu sudah diselubungi burd hibara (kain buatan Yaman). Abu Bakar menyingkap selubung itu dari wajah Nabi dan menciumnya sambil berkata, "Alangkah indahnya di waktu engkau hidup, alangkah indahnya pula di waktu engkau mati. Demi ibu-bapakku, maut yang sudah ditentukan Allah kepadamu sekarang sudah sampai kau rasakan. Sesudah itu takkan ada lagi maut menimpa kamu. "

Sesudah itu, Abu Bakar keluar. Ternyata Umar masih bercakap dan meyakinkan orang-orang bahwa Muhammad SAW tidak meninggal. Orang banyak memberikan jalan kepada Abu Bakar. "Sabar, sabarlah Umar!" kata Abu Bakar, setelah ia berada di dekat Umar. "Dengar!"

Tetapi Umar tidak mau diam dan juga tidak mahu mendengar. Ia terus saja bicara. Abu Bakar menghampiri orang-orang itu seraya memberi isyarat, bahwa dia akan bercakap dengan mereka. Setelah mengucapkan puji syukur kepada Allah Abu Bakar berkata, "Saudara-saudara, sesiapa mau menyembah Muhammad, maka Muhammad sudah meninggal. Tetapi barangsiapa mau menyembah Allah, maka Allah selalu hidup dan tak pernah mati."

Kemudian Abu Bakar membacakan firman Allah, "Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah Jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudarat kepada Allah sedikit pun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. " (QS. Ali Imran: 144).

Setelah didengarnya Abu Bakar membacakan ayat itu, Umar jatuh tersungkur ke tanah. Kedua kakinya sudah tak dapat menahan lagi, setelah ia yakin bahawa Rasulullah memang sudah meninggal dunia. Adapun orang banyak-yang sebelumnya sudah terpengaruh oleh pendapat Umar-begitu mendengar bunyi ayat yang dibacakan Abu Bakar, langsung sadar. Seolah-olah mereka tidak pernah mengetahui bahawa ayat ini pernah turun. Dengan demikian segala perasaan yang masih ragu-ragu bahawa Rasulullah SAW sudah berpulang ke rahmat Allah, boleh dihilangkan.

Sumber Sejarah Hidup Muhammad oleh Muhammad Husain Haekal

Tuesday, August 14, 2018

KELEBIHAN MENGHADIRI MAJLIS ILMU


Telah berkata Al-Faqih Abu Laits As-Samarqandi di dalam kitab Tanbihul Ghafilin:

"Barangsiapa datang kepada orang 'alim lalu hadir dalam majlisnya tetapi tidak mampu mengingat atau menghafal pelajaran tersebut maka baginya 7 macam kemuliaan":

1- Dia akan mendapat kemuliaan orang-orang yang belajar agama.

2- Selama dia duduk di dalam majlis tersebut, dia akan tertahan daripada berbuat dosa dan kesalahan.

3- Apabila dia keluar daripada rumahnya turun rahmat ke atasnya.

4- Apabila duduk dia di sisi orang 'alim tersebut maka turun rahmat ke atas penuntut-penuntut ilmu, maka menimpa dia juga dengan berkat majlis tersebut.

5- Selama dia mendengar ilmu tersebut niscaya dituliskan baginya kebajikan.

6- Malaikat menaungi ke atas mereka dengan sayap-sayapnya kerana ridha dengan majlis tersebut padahal dia ada di dalamnya.

7- Tiap-tiap kali kakinya melangkah dikifarahkan segala dosa-dosanya dan dinaikkan beberapa darjat dan ditambah segala kebajikan.

11 Kebiasaan Shalafus Shalih dalam Mendidik Anak.


1. Ibu ketika menyusui sambil membaca Ayat Kursi, al-Ikhlas, al-Alaq, an-Nas dan mengulang-ulang bacaan tersebut.

2. Pertama kali yang diajarkan kepada anak ketika baru bisa berbicara adalah yang artinya, "Aku ridha Allah sebagai Tuhanku dan Islam agamaku dan Nabi Muhammad adalah nabi dan rasulku."

3. Mengajak keluar anak-anak kecil ketika waktu malam yang terakhir (sebelum subuh) ke masjid agar menjadi kebiasaan.

4. Sebelum memasuki bulan-bulan berkah seperti Ramadhan, mereka mengumpulkan anak-anak mereka dan bertanya kepada mereka, "Apa yang akan kalian kerjakan di bulan yang berkah ini?" Dari amalan membaca al-Qur'an, dzikir, sedekah dan amalan-amalan lain sebagainya.

5. Mereka mengajari anak-anak tentang niat-niat yang baik sebagaimana mengajari mereka Surat al-Fatihah.

6. Mereka mengadakan majelis ilmu di rumah, dan mengumpulkannya semua yg di rumah, baik berupa harian atau mingguan. Lalu mereka membaca sedikit dari ayat-ayat al-Qur'an (tadarus) dan kitab hadist ataupun fiqih. Kemudian mereka menutup majelis dengan doa serta shalawat kepada Nabi Muhammad saw.

7. Ketika anak-anak mereka masuk usia baligh, mereka akan memberi tahu bahwa anaknya sudah Mukallaf dan sekarang dua Malaikat akan mencatat kebaikan dan kejelekan dan menulis ucapan dan segala perbuatannya. Demikian itu, diadakan semacam perayaan yg dihadiri juga oleh tokoh ulama.

8. Mereka tidak menunda pernikahan anak-anak mereka setelah baligh khawatir terjerumus kepada kemaksiatan.

9. Mereka mengajari anak-anak dengan berdoa memohon kepad Allah dalam setiap keadaan, maka apabila anaknya ingin sesuatu dari orangtuanya, mereka akan berkata kepada anaknya berwudhulah dan shalat 2 rakaat dan mintakanlah kepada Allah akan hajat-hajatmu. Dan setelah shalat, orang tuanya akan memberikan yang anak minta seraya berkata, "Sungguh Allah yang mengabulkan doamu."

10. Mereka membagi tugas kepada setiap anak, ada yang tugas berbelanja ke pasar, dan ada yg menyapu rumah dan ada juga yang bertugas melayani tamu dan ngambil air dan lain sebagainya.

11. Mereka lebih banyak memperhatikan tentang pembelajaran bagi putri-putri mereka daripada yang laki-laki, sebab anak perempuan tidak diperbolehkan keluar rumah.

Wallahu A'lam

Semoga Allah subhanahu wa ta'ala meridhai mereka dan memberikan manfaat kepada kita dengan "sir" mereka, dan pula memudahkan jalan kita untuk mengikuti mereka.

"Aamiin."

Monday, August 6, 2018

Allah Menolak Satu Do'a dari Tiga Do'a Rasulullah


Allah Menolak Satu Do'a dari Tiga Do'a Rasulullah

Tiga Bala Dari Allah SWT untuk Umat Muhammad SAW

قال النبى صلى الله عليه وسلم
سألت ربى ثلاثا , فأعطانى اثنتين ومنعنى واحدةً : سألت ربى أن لا يهلك أمتى بِالسَّنَةِ فأعطانيها . وسألته أن لا يهلك أمتى بالغرق فأعطانيها , وسألته أن لا يُعَجِّلَ بأسهم فمنعنيها
رواه البخاري ومسلم عن سعد ابى وقاص – ص- 160 : تحذيب أطراف الحديث

Aku telah memohon Tiga perkara dari Tuhanku tetapi diberi dua perkara dan ditegah satu perkara:

1) Aku memohon pada Tuhanku supaya umatku tidak dibinasakan dengan kemarau, maka permintaanku diperkenankan.

2) Aku memohon pada Tuhanku supaya umatku tidak dibinasakan dengan ditenggelami, maka permintaanku diterima.

3) Aku memohon pada Tuhanku supaya umatku tidak dibinasakan dengan berbunuh-bunuhan. tetapi doaku ditolak.

SUBHANALLAH, TERBUKTI! SEMUA BENDA BERTASBIH MEMUJI ALLAH!

Penelitian Ultrasonic, seorang saintis Amerika masuk Islam

Pada sebuah kajian ilmiah yang diberitakan oleh sebuah majalah sains terkenal, Journal of Plant Molecular Biologies, menyebutkan bahwa perkumpulan ilmuwan yang mengadakan penyelidikan mendapatkan suara halus yang keluar dari sebahagian tumbuhan yang tidak bisa didengar oleh telinga biasa. Suara tersebut berhasil disimpan dan direkam dengan sebuah alat perekam tercanggih yang pernah ada.

Juga ketika lafadz Allah terdengar, getaran di atas suara (ultrasonic / ultra sound) tersebut berubah menjadi gelombang elektrik optik yang dapat ditangkap oleh monitor. Mukjizat ini membuat seorang saintis terkenal Amerika memilih masuk Islam.

Dilaporkan bahwa sebuah pasukan saintis dari Amerika mendapati bahawa sebahagian dari tumbuh-tumbuhan khatulistiwa juga mengeluarkan frekuensi di atas suara tersebut. Dan itu hanya dapat ditangkap oleh peranti canggih.

Para saintis ini selama tiga tahun melakukan penyelidikan dan melihat fenomena seperti ini membuat mereka tercengang sangat hairan.

Para saintis berjaya menganalisis denyutan atau detak suara tersebut sehingga menjadi isyarat-isyarat yang bersifat cahaya elektrik (kahrudhoiyah) dengan sebuah alat canggih yang bernama oscilloscope.

Akhirnya para saintis tersebut boleh menyaksikan denyutan cahaya elektrik ini dapat diubah menjadi gelombang elektrik optik dan lebih dari 1000 kali dalam satu saat persekon berulang-ulang!

Prof. William Brown (alm.) yang memimpin para pakar sains untuk mengkaji fenomena tersebut mengisyaratkan setelah dicapainya hasil bahawasanya tidak ada tafsiran ilmiah atas fenomena tersebut.

Padahal seperti diakui oleh sang profesor bahawa pihaknya telah menyerahkan hasil kajian mereka kepada universiti-universiti serta pusat-pusat kajian di Amerika dan Eropah, akan tetapi semuanya tidak sanggup menafsirkan fenomena malah semuanya tercengang tidak tahu harus komentar apa.

Saat pasukan ini membuktikan penemuan mereka di hadapan sebuah pasukan penyelidik Britain. Kebetulan dalam pasukan itu ada seorang yang beragama Islam.

Setelah melakukan uji cuba selama lima hari, saintis Inggeris juga menjadi terkagum-kagum dengan apa yang mereka lihat. Namun, saintis muslim ini mengatakan bahawa hal ini sudah diyakini oleh kaum muslimin sejak 1400 tahun yang lalu.

Mereka yang mendengar ucapan itu memintanya untuk lebih jauh menjelaskan masalah yang disebutnya. Ia kemudian membaca ayat dalam Al-Quran yang berbunyi:

"Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada sesuatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu tidak faham akan tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. "(QS: Israa ': 44).

Tidaklah suara denyutan halus tersebut melainkan lafadz jalalah (nama Allah Subhanahu wa Ta'ala) sebagaimana tampak dalam skrin. Maka keheningan dan kehairanan yang luar biasa menghiasi dewan di mana ilmuwan tersebut berbicara.

Subhanallah, Maha Suci Allah! Ini adalah salah satu mukjizat dari sekian mukjizat agama yang haq ini! Segala sesuatu bertasbih mengagungkan nama Allah Subhanahu wa Ta'ala. Akhirnya orang yang bertanggung jawab terhadap kajian ini, iaitu Profesor William Brown menemui sang ilmuwan muslim untuk membincangkan tentang agama yang dibawa oleh seorang Nabi yang ummi (tidak boleh baca tulis) sebelum 1400 tahun lalu tentang fenomena ini.

Maka ilmuwan tersebut pun menerangkan kepadanya tentang Islam, setelah itu ia memberikan hadiah Al-Qur'an dan terjemahnya kepada sang profesor.

Selang beberapa hari selepas itu, Profesor William mengadakan ceramah di Universiti Carnegie Mellon, ia berkata:

"Dalam hidupku, aku belum pernah menemui fenomena semacam ini selama 30 tahun menekuni pekerjaan ini, dan tidak ada seorang saintis pun dari mereka yang melakukan pengkajian yang sanggup menafsirkan apa makna dari fenomena ini."

"Begitu pula tidak pernah ditemui kejadian alam yang boleh menafsirinya. Akan tetapi satu-satunya tafsir yang boleh kita dapati adalah dalam Al-Quran. Hal ini tidak memberikan pilihan lain buatku selain mengucapkan Syahadatain "

Profesor ini telah mengumumkan Islamnya dihadapan para hadirin yang sedang terkejut. Kemuliaan hanyalah bagi Islam, ketika seorang ilmuwan sedar dari kelalaiannya, dan mengetahui bahawa agama yang haq ini adalah Islam

Saturday, August 4, 2018

Lima Waktu tidur yang dilarang oleh Rasulullah SAW

Lima Waktu tidur yang dilarang oleh Rasulullah SAW

1- Tidur sesudah makan.

2- Tidur sepanjang hari.

3- Tidur sesudah sholat Subuh dan awal pagi.

4- Tidur pada waktu ashar.

5- Tidur sebelum sholat Isya.

Note :

Tidur dalam gambar ketiga yang dilarang oleh Rasulullah SAW

(Kitab Mengapa Rasulullah SAW Tidak Mudah Sakit M/S : 44-46.)

Kisah indah Abu Hurairah


Waktu kecil Abdusy Syams (hamba Matahari) sangat sayang kepada seekor anak kucing betina, yang dalam bahasa Arab disebut Hurairah. Sejak itu, dia dikenali dengan panggilan Abu Hurairah.

Setelah masuk Islam, Rasulullah SAW lebih suka memanggilnya Abu Hirr sebagai panggilan akrab, dan dia lebih suka panggilan itu. Abu Hirr artinya penyayang kucing jantan.

Namun, Rasulullah SAW kemudian menukar namanya menjadi Abdur Rahman (hamba Allah yang Maha Penyayang).

Abu Hurairah RA berasal dari suku Daus dan dia masuk Islam melalui Thufail bin 'Amir ad-Dausy, salah seorang pemimpin suku tersebut.

Setelah masuk Islam, pemuda Ad-Dausy ini pergi ke Madinah menemui Nabi dan berkhidmat untuk Rasulullah sepenuh hati. Dia tinggal bersama ahli shuffah di beranda Masjid Nabawi. Tiap waktu dia boleh sholat di belakang Nabi dan mendengar pelajaran berharga dari Nabi.

Abu Hurairah punya ibu yang sudah tua dan sangat disayanginya. Dia ingin ibunya memeluk Islam, tapi menolak bahkan mencela Rasulullah SAW. Abu Hurairah sangat sedih. Dia pergi menemui Rasulullah sambil menangis.

"Mengapa engkau menangis, wahai Abu Hirra?" Sapa Nabi. Kisah indah Abu Hurairah

Abu Hurairah menjelaskan apa yang menyebabkan hatinya galau, sambil meminta Rasul mendoakan ibunya. Lalu Nabi berdoa agar ibu Abu Hurairah terbuka hatinya untuk menerima Islam.

Suatu hari Abu Hurairah menemui ibunya. Sebelum membuka pintu dia mendengar suara gemericik air, kemudian terdengar suara ibunya. "Tunggu di tempatmu, Nak!"

Setelah dipersilahkan masuk, Abu Hurairah terkejut  ibunya langsung menyambut dengan ucapan dua kalimah syahadat. Alangkah bahagianya Abu Hurairah, keinginannya tercapai. Segera dia kembali menemui Rasulullah. "Dulu aku menangis kerana sedih, sekarang aku menangis kerana gembira."

Abu Hurairah sangat menyayangi ibunya, terlebih setelah ibunya masuk Islam. Dia selalu hormat dan berbakti kepada ibunya. Setiap akan pergi meninggalkan rumah dia berdiri lebih dahulu di depan pintu bilik ibunya mengucapkan salam, "Assalamu 'alaiki wa rahmatullah wa barakatuh, ya ummah!"

Ibunya menjawab dengan lembut, "Wa 'alaikas salam wa rahmatullahi wa barakatuh, ya bunayya."

Kemudian, Abu Hurairah mendoakan ibunya, "Rahimakillahu kama rabbay tini shaghira" (semoga Allah mengasihi ibu sebagaimana ibu merawatku waktu kecil). "

Ibunya membalas doa anaknya dengan doa yang tidak kalah indahnya, "Wa Rahimakallahu kama barartani kabira" (semoga Allah mengasihimu sebagaimana engkau berbuat baik kepadaku setelah engkau dewasa).

Abu Hurairah aktif mengajak orang lain agar memuliakan dan berbuat baik dan menyayangi kedua-dua orang tua. Suatu hari dia melihat dua orang berjalan bersama, yang satu lebih tua daripada yang lain. Abu Hurairah bertanya kepada yang muda, siapa orang tua ini? "Bapakku," jawab anak muda itu.

Lalu Abu Hurairah menasehatinya. "Janganlah engkau memanggilnya dengan menyebut namanya. Jangan berjalan di hadapannya. Dan jangan duduk sebelum dia duduk lebih dahulu. "Begitulah, sisi lain Abu Hurairah, yang sangat sayang kepada ibunya dan hormat kepada yang lebih tua.

Friday, August 3, 2018

Hikmah di balik bersin


Subhaanallah, hikmah di balik bersin

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ta'alaa 'anhu:

Rasulullah bersabda : " Sungguh Allah mencintai orang yang bersin dan membenci orang yang menguap, maka jika kalian bersin maka pujilah Allah, maka setiap orang yang mendengar pujian itu untuk menjawabnya; adapun menguap, maka itu dari syaitan, maka lawanlah itu sekuat tenagamu. Dan apabila seseorang menguap dan terdengar bunyi: Aaaa, maka syaitan pun tertawa karenanya"
sahih Bukhari, 6223

"Apabila kita bersin, umpama kita mati satu saat. Bila kita bersin , semua sudah berhenti. Jantung dan nyawa semua sudah berhenti. jadi bila semua sudah berhenti dan hidup semula, kita patut bersyukur dan mengucapkan "Alhamdulillah". Sebab itu bila bersin, ucapkanlah "Alhamdulillah" kerana Allah masih memimjamkan nyawa kepada kita.

Kenapa Allah Ciptakan Babi Di Zaman Nabi Nuh


Kenapa Allah Ciptakan Babi Di Zaman Nabi Nuh Di Atas Bahtera?

Inilah Kisah Allah Menciptakan Babi Di Zaman Nabi Nuh A.S – Kisah asal mula diciptakan nya babi dan tikus, ini kami ambil dari sebuah buku yang berjudul “Kisah Penciptaan & Tokoh-Tokoh Sepanjang Zaman” yang merupakan karya tulisan Syaikh Muhammad Bin Ahmad Bin Iyas.

Di riwayat, ketika kotoran binatang telah memenuhi bahtera Nabi Nuh a.s, para penumpang bahtera mengadukan nya kepada Nabi Nuh. Atas pengaduan itu, Allah memberi wahyu kepada Nuh a.s. agar memeras ekor gajah.

Setelah dia memeras-meras nya, dari sana muncul babi jantan dan babi betina yang kemudian memakan kotoran-kotoran yang menumpuk di bahtera. Kemudian ketika babi itu bersin, dari bersin nya Allah menciptakan tikus jantan dan tikus betina. Keduanya berkembang biak dan kawanan tikus itu mulai menggigit merusak kayu-kayu di bahtera.

Hal itu diadukan oleh penghuni bahtera. Atas pengaduan itu, Nabi Nuh menerjunkan kawanan kucing berbuntut untuk menguasai kawanan tikus. Kawanan kucing memangsa tikus dengan cepat hingga memusnahkan tikus yang terakhir. Dan sejak saat itu terjadilah permusuhan antara kucing dan tikus.

Ini pula adalah kisah yang diceritakan dengan lebih jelas bagaimana Allah menciptakan babi, tikus dan kucing semasa zaman Nabi Nuh A.S,

Terlepas dari percaya atau tidak percaya bahwa artikel kali ini akan sedikit membahas tentang sejarah penciptaan babi, kucing dan tikus di bumi. Dan sebagai penambah pengetahuan kita tentang binatang-binatang yang ada di sekitar kita. Kerana segala yang ada di bumi ini pasti ada sebab dan berakhir dengan sebuah akibat. Dan segala penciptaan sesuatu pasti ada sebab-sebab yang terkandung di dalamnya. Tinggallah kita sebagai manusia yang diberikan akal oleh sang pencipta untuk selalu memahaminya.

Di dalam sebuah kisah diceritakan bahwa ketika kapal Nabi Nuh masih berada di atas air ketika banjir besar. Kapal masih berlayar di atas air tanpa mengetahui ke mana arah untuk dituju. Kerana tujuan semata hanya untuk menyelamatkan diri dari bencana air banjir tersebut. Malangnya, segala kotoran yang dibuang oleh para binatang membuat keadaan dikapal menjadi tambah tidak jelas. Sehingga banyak menimbulkan penyakit bagi anak kapal yang tinggal didalamnya. Nabi Nuh hanya melihat dan diam dan menyerahkan urusan ini kepada Allah SWT. Nabi Nuh lalu bermohon agar dibukakan jalan keluar dari permasalahan ini.

Maka Malaikat Jibril menemui Nabi Nuh dan memerintahkannya untuk mengusap dahi seekor gajah. Setelah arahan itu disampaikan maka Nabi Nuh AS mengusap dahi seekor gajah yang ada didepannya. Atas Kuasa Allah SWT maka keluarlah sepasang babi dari belalai gajah yang diusapkannya. Semua anak kapal yang menyaksikan tampak keheranan dengan peristiwa ajaib tersebut. Maka babilah yang akan menyapu bersih seluruh kotoran yang ada dikapal tersebut. Karena demikian itu adalah makanannya. Tampak Nabi Nuh lega masalah yang dihadapinya selesai.

Malangnya, iblis telah menyusup di dalam kapal bahtera yang dihuni oleh Nabi Nuh dan para pengikutnya. Lantas iblis membuat onar di dalam kapal. Dia mengusapkan bagian belakang tubuh babi tersebut, lalu muncullah dari hidung babi tersebut sepasang tikus. Tikus tersebut menggigit-gigit papan-papan dan barang-barang yang ada di dalam kapal.

“Dari mana sebab datangnya semua ini, sehingga semua barang-barang yang ada dikapal habis dan rusak” ucap Nabi Nuh keheranan. Maka Jibril mendatangi beliau dan memberitahukannya, bahwa yang melakukan ini semua adalah akibat iblis. Lantas Jibril menyampaikan kepada Nabi Nuh agar mengusap bagian belakang tubuh harimau. Maka Nabi Nuh mengusap bagian belakang tubuh harimau. Ketika Nabi Nuh mengusapnya maka keluarlah sepasang kucing yang kemudian segera memburu tikus yang ada di dalam kapal.

Begitulah Sejarah penciptaan babi, kucing dan tikus dibumi

Berikut adalah penjelasan riwayat ini daripda Ustaz Auni. Di dalam penjelasan Ustaz Auni pula, dia telah menjelaskan bahawa semasa di bahtera Nabi Nuh telah tercipta 3 jenis hewan yaitu babi, tikus dan elang.

Thursday, August 2, 2018

'UMAR BIN ABDUL AZIZ PEMERINTAH YANG AMANAH.


Khalifah Umar bin Abdul Aziz, adalah seorang Khalifah Bani Umaiyah. Pada suatu malam tatkala baginda sedang tekun bekerja di kamar istananya, tiba-tiba seorang putranya masuk untuk mengutarakan sesuatu hal. Baginda bertanya. “urusan kerajaankah? Atau urusan keluarga yang hendak kamu utarakan?” Jawab anandanya, “urusan keluarga, ayahanda.”

Tiba-tiba baginda mematikan lampu yang terletak di mejanya yang digunakan untuk menerangi kamar kerjanya itu. Putranya merasa hairan melihat sikap ayahnya itu seraya bertanya: "Kenapa ayah mematikan lampu itu?"

Maka ayahnya menjawab : "Benar kata kau wahai anakku, tetapi kau harus ingat lampu yang sedang ayah gunakan untuk bekerja ini kepunyaan kerajaan. Minyak yang digunakan itu dibeli dengan menggunakan uang kerajaan, sedang perkara yang hendak ananda perbincangkan dengan ayahanda adalah perkara keluarga." Lantas baginda meminta pembantunya membawa lampu dari kamar dalam. Kemudian baginda pun berkata kepada putranya: "Sekarang lampu yang baru kita nyalakan ini adalah kepunyaan keluarga kita, minyak pun kita beli dengan uang kita sendiri. Silahkan kemukakan apa masalah yang ananda perbincangkan dengan ayahanda." Demikianlah besarnya sifat amanah dari seorang pemimpin sekaliber selaku seorang raja yang berjiwa besar.

Apa Itu Insan Kamil?


(Oleh: Prof Dr Nasaruddin Umar)

Insan kamil atau manusia paripurna dibahas secara khusus oleh para sufi, khususnya Ibnu 'Arabi dan Abdul Karim Al-Jili. Pengertian insan kamil tidak sesederhana seperti yang selama ini dipahami kalangan ulama, yaitu manusia teladan dengan menunjuk pada figur Nabi Muhammad SAW.

Bagi para sufi, insan kamil adalah sosok penampakan (madzhar) diri Tuhan paling sempurna, meliputi nama-nama dan sifat-sifat-Nya. Allah SWT memilih manusia sebagai makhluk yang memiliki keunggulan (tafadhul) atau ahsani taqwim (ciptaan paling sempurna) menurut istilah Alquran.

Disebut demikian karena di antara seluruh makhluk Tuhan manusialah yang paling siap menerima nama-nama dan sifat-sifat Tuhan. Makhluk lainnya hanya bisa menampakkan bagian-bagian tertentu. Bandingkan dengan mineral, tumbuh-tumbuhan, binatang, bahkan malaikat tidak mampu mewadahi semua nama dan sifat-Nya.

Itulah sebabnya mengapa manusia oleh Sayyid Hussein Nasr disebut sebagai satu-satunya makhluk teomorfis dan eksistensialis, seperti dijelaskan pada artikel yang lalu. Lagi pula, unsur semua makhluk makrokosmos dan makhluk spiritual tersimpul dalam diri manusia. Ada unsur mineral, tumbuh-tumbuhan, dan binatang sebagai makhluk fisik.

Ada juga unsur spiritualnya yang non-fisik, yakni ruh. Tegasnya, manusia sempurna secara kosmik-universal dan sempurna pula pada tingkat lokal-individual. Itu pula kenapa manusia sering disebut miniatur makhluk makrokosmos (mukhtasar al-‘alam) atau mikrokosmos (al-insan al-kabir).

Keparipurnaan manusia diungkapkan pula dalam ayat dan hadis. Dalam Alquran disebutkan, manusia diciptakan paling sempurna (QS. At-Tin: 4) dan satu-satunya makhluk yang diciptakan dengan “dua tangan” Tuhan (QS. Shad: 75), dan diajari langsung oleh Allah semua nama-nama (QS. Al-Baqarah: 31).

Dalam hadis-hadis tasawuf, banyak dijelaskan keunggulan manusia, seperti, Innallaha khalaqa ‘Adam ‘ala shuratih (Allah menciptakan Adam sesuai dengan bentuk-Nya). Oleh kalangan sufi, ayat dan hadis itu dinilai bukan saja menunjukkan manusia sebagai lokus penjelmaan (tajalli) Tuhan paling sempurna, melainkan juga seolah menjadi nuskhah atau salinan. Menurut istilah Ibnu Arabi disebut as-shurah al-kamilah.

Manusialah satu-satunya makhluk yang mampu mempresentasikan nama dan sifat Allah baik dalam bentuk keagungan maupun keindahan Allah. Malaikat tidak mungkin mempresentasikan sifat Allah Yang Maha Pengampun, Maha Pemaaf, dan Maha Penerima Taubat karena malaikat tidak pernah berdosa.

Tuhan tidak bisa disebut Maha Pengampun, Maha Pemaaf, dan Maha Penerima Taubat tanpa ada makhluk dan hambanya yang berdosa, sementara malaikat tidak pernah berdosa. Demikian pula makhluk-makhluk Allah lain yang hanya mampu mengejawantahkan sebagian nama dan sifat Allah. Dari sinilah sesungguhnya manusia disebut insan kamil.

Kesempurnaan lain manusia menurut Ibnu Arabi adalah diri manusia mempunyai perpaduan dua unsur penting, yaitu aspek lahir dan batin.

Aspek lahir baharu (hadis) dan aspek batin yang tidak baharu. Seperti disimpulkan Dr Kautsar Azhari Noer dalam disertasinya, “Aspek lahir manusia adalah makhluk dan aspek batinnya adalah Tuhan.”

Kepaduan dan kesempurnaan manusia inilah yang melahirkan konsep khalifah dan ketundukan alam semesta (taskhir). Atas dasar ini maka dapat dipahami mengapa para malaikat sujud kepada Adam dan alam semesta tunduk kepada anak manusia.

Namun, perlu diketahui, konsep insan kamil menurut Ibnu Arabi maupun Al-Jili menyatakan tidak semua manusia berhak menyandang gelar ini. Manusia yang tidak mencapai tingkat kesejatiannya seperti manusia yang didikte hawa nafsunya sehingga meninggalkan keluhuran dirinya, kata Ibnu Arabi, tidak layak disebut insan kamil.

Hanyalah mereka yang telah menyempurnakan syariat dan makrifatnya benar yang layak disebut insan kamil. Manusia yang tidak mencapai tingkat kesempurnaan lebih tepat disebut binatang menyerupai manusia dan tidak layak memperoleh tugas kekhalifahan.

Perlu ditegaskan kembali, kesempurnaan manusia bukan terletak pada kekuatan akal dan pikiran (an-nuthq) yang dimilikinya, melainkan pada kesempurnaan dirinya sebagai lokus penjelmaan diri (tajalli) Tuhan. Manusia menjadi khalifah bukan karena kapasitas akal dan pikiran yang dimilikinya.

Alam raya tunduk kepada manusia bukan pula karena kehebatan akal pikirannya, tetapi lebih pada kemampuan manusia mengaktualisasikan dirinya sebagai insan kamil. Kemampuan aktualisasi diri ini bukan kerja akal, melainkan kerja batin, yakni kemampuan intuitif manusia menyingkap tabir yang menutupi dirinya dari Tuhan.

Kekuatan intuitif (kasyf) dan rasa (dzauq) jauh lebih dahsyat daripada akal pikiran. Tidak semua manusia secara otomatis mampu menjadi insan kamil. Ia memerlukan perjuangan dan mungkin perjalanan panjang. Tidak cukup bermodal kecerdasan logika dan intelektual. Yang lebih penting adalah kecerdasan emosional-spiritual.

Modal utama menjadi khalifah di bumi pun tidak cukup dengan kecerdasan logika dan intelektual, tetapi diperlukan juga kualitas insan kamil. Saat alam dikelola manusia yang tidak berkualitas insan kamil, selain menimbulkan ancaman yang dikhawatirkan malaikat, yaitu kerusakan alam dan pertumpahan darah (QS. Al-Baqarah: 30), alam juga belum tentu mau tunduk kepada manusia.

Banyak contoh alam membangkang kepada manusia sebagaimana diperlihatkan di dalam kisah-kisah umat terdahulu di dalam Alquran.

Umat Nuh yang keras kepala (QS. 53: 52) ditimpa bencana banjir (QS. 11: 40). Umat Syu’aib yang korup (QS. 7: 85, 11: 84-85) ditimpa gempa mematikan (QS 11: 94).

Umat Saleh yang hedonistik (QS. 26: 146-149) ditimpa keganasan virus dan gempa bumi (QS. 11: 67-68). Umat Luth yang dilanda penyimpangan seksual (QS. 11: 78-79) ditimpa gempa dahsyat (QS. 11: 82). Penguasa Yaman, Raja Abrahah, yang ambisius ingin mengambil alih Ka’bah dihancurkan oleh burung/virus (QS. 105: 1-5).

Hujan tadinya menjadi sumber air bersih dan pembawa rahmat (QS. 6: 99), tiba-tiba menjadi sumber malapetaka. Banjir memusnahkan areal kehidupan manusia (QS. 2: 59). Gunung-gunung tadinya sebagai patok bumi (QS. 30: 7) tiba-tiba memuntahkan lahar panas dan gas beracun (QS. 77: 10).

Angin yang tadinya berfungsi dalam proses penyerbukan tumbuh-tumbuhan (QS. 18: 45) dan mendistribusikan awan (QS. 2: 164) tiba-tiba tampil ganas meluluhlantakkan segala sesuatu yang dilewatinya (QS. 41: 16). Lautan tadinya jinak melayani mobilitas manusia (QS. 22: 65) tiba-tiba mengamuk dan menggulung apa saja yang dilaluinya (QS. 81: 6).

Tadinya, malam membawa kesejukan dan ketenangan (QS. 27: 86) tiba-tiba menampilkan ketakutan yang mencekam dan mematikan (QS. 11: 81). Siang tadinya menjadi hari-hari menjanjikan (QS. 73: 7) seketika berubah menjadi hari-hari menyesakkan dan menyedot energi positif (QS. 46: 35).

Kilat dan guntur sebelumnya menjalankan fungsi positifnya dalam proses nitrifikasi untuk kehidupan makhluk biologis di bumi (QS. 13: 12) tiba-tiba menonjolkan fungsi negatifnya, menetaskan larva-larva (telur hama) betina, yang memusnahkan berbagai tanaman para petani (QS. 13: 12).

Disparitas flora dan fauna tadinya tumbuh seimbang mengikuti hukum-hukum ekosistem (QS. 13: 4) tiba-tiba berkembang menyalahi pertumbuhan deret ukur kebutuhan manusia sehingga kesulitan memenuhi komposisi kebutuhan karbohidrat dan proteinnya secara seimbang (QS. 7: 132).

Manakala manusia kehilangan jati dirinya sebagai insan kamil, pertanda berbagai krisis akan muncul. Sebaliknya, selama masih ditemukan kualitas insan kamil di muka bumi, sepanjang itu kiamat belum akan terjadi.

Wednesday, August 1, 2018

Riba: Definisi dan Jenis-jenis Riba


Isu riba merupakan isu yang penting dalam kehidupan sehari-hari bagi seorang Muslim. Ia mungkin sudah difahami oleh sebagian Muslim, tapi tidak dihayati untuk meninggalkannya. Riba merupakan suatu larangan yang bersifat mutlak oleh Allah SWT.

Apa itu Riba?

Apa Jenis-jenis Riba?

Apa hukuman bagi orang yang tidak mau untuk meninggalkan perbuatan Riba?

Apa itu Riba?

Pengertian ringkas riba ialah merupakan sesuatu tambahan di atas hutang akibat penangguhan tempo dan tambahan dalam pertukaran barangan tertentu (barang ribawi) (1).

Ia mencakup riba dari hutang (riba ad-Duyun) dan riba melalui pertukaran barang ribawi (riba al-Buyu’).

Apa yang dimaksud Riba ad-Duyun dan riba al-Buyu’?

1) Riba ad-Duyun
Riba jenis ini adalah riba yang muncul dari hutang. Ia merupakan kelebihan yang diperoleh disebabkan tempo. Ia terbagi kepada dua yaitu:

a) Riba al-Qardh: Yaitu sesuatu manfaat tambahan yang disyaratkan ke atas pemberian jumlah pinjaman pokok. Syarat ini dibuat pada awal kontrak pinjaman. Ia dikenakan oleh pemberi pinjam kepada yang meminjam.

Sebagai contoh, Ahmad ingin meminjam RP 100,000 dari Ali. Tetapi Ali menetapkan syarat bahwa Ahmad wajib membayar semula hutang tersebut sebanyak RP 120,000. Lebih RP 20.000 merupakan riba ad-Duyun jenis al-Qardh.

b) Riba al-Jahiliyyah: Merupakan kadar atau sesuatu manfaat tambahan lebih dari jumlah pokok, yang dikenakan oleh pemberi pinjam kepada peminjam akibat si peminjam gagal membayar pada tempoh yang telah dipersetujui.

Sebagai contoh, Ari setuju memberi pinjaman kepada Saini sebanyak RP 500.000 dan diharuskan membayar kembali satu bulan dari sekarang. Tetapi sekiranya Saini gagal membayar hutang Ari sebelum atau pada 1 bulan yang telah ditetapkan, maka Saini diharuskan membayar pada Ari sebanyak RP 600.000. kelebihan sebanyak RP 100.000 merupakan riba’ ad-Duyun jenis al-Jahiliyyah.

2) Riba al-Buyu'
Riba jenis ini pula muncul dari jual beli barang ribawi. Ia merupakan ketidaksamaan pada berat atau kuantiti pertukaran 2 barang ribawi atau pertukaran tersebut dibuat secara tangguh.

a) Riba an-Nasa’: Ia merupakan jual beli atau pertukaran 2 barang riwabi yang sama jenis dan pertukaran tersebut dibuat secara tangguh (tidak sempurna dalam 1 masa).

Sebagai contoh, Aminah membeli emas seberat 6 gram dengan harga RP 1,000,000 secara tangguh (maknanya, ambil emas hari ini, bayarnya bulan depan). Riba an-Nasa' juga disebut sebagai riba an-Nasiah.

b) Riba al-Fadhl: Merupakan jual beli atau pertukaran antara 2 barang ribawi yang sama jenis dengan berbeda bobot berat (jika dijual dengan timbang) atau kuantiti (jika dijual secara bilangan kuantiti).

Sebagai contoh, Menukar 10 gram emas (jenis 916) dengan 12 gram emas (jenis kualitas 750). Pertukaran jenis ini adalah haram kerana seharusnya kedua-duanya harus sama timbangan (contoh: 10 gram atau 12 gram). Perbedaan kualitas tidak memberikan kesan kepada hukum.

Terdapat 2 syarat yang wajib dipenuhi agar terhindar daripada riba al-Fadhl dan riba an-Nasa’, yaitu:

i) Harus sama berat atau kuantitasnya (walau berbeda kualiti dan harganya).

ii) Transaksi pertukaran harus dilakukan dalam satu masa atau satu majlis/tempat (maksudnya, pembeli dan penjual tidak boleh berpisah sebelum menyerahkan barang pertukaran).

Apa Ancaman Bagi Orang Islam Yang Mengamalkan Riba?

A) Allah dan RasulNya Mengisyaratkan Peperangan ke atas Pemakan dan Pemberi Riba.

Firman Allah swt:

Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan tinggalkanlah (jangan menuntut lagi) sisa-sisa riba (yang masih ada pada orang yang berhutang) itu, jika benar kamu orang-orang yang beriman. Oleh itu, kalau kamu tidak juga melakukan (perintah mengenai larangan riba itu), maka ketahuilah kamu: Akan adanya peperangan dari Allah dan RasulNya, (akibatnya kamu tidak menemui selamat) dan jika kamu bertaubat, maka hak kamu (yang sebenarnya) ialah pokok asal harta kamu. (Dengan yang demikian) kamu tidak berlaku zalim kepada sesiapa dan kamu juga tidak dizalimi oleh sesiapa. (Surah al-Baqarah: 278-279)

Ini merupakan ancaman keras dari Allah. Bahkan merupakan ayat pengujian dari Allah bagi sesiapa yang  ingkar dengan perintahNya. Imam Abu Hanifah pernah berkata;” Ini adalah ayat al-Quran yang paling menakutkan.”

Tinggalkan riba jika kamu benar-benar mengaku sebagai hamba Allah.

B) Kehilangan Berkah Harta dan Kehidupan.
Firman Allah swt:

“Allah menghancurkan keberkatan kerana riba’ dan menambahkan keberkatan daripada sedekah.” (al-Baqarah: 276)

C) Seperti berzina dengan Ibu Bapak Sendiri.

Nabi saw Bersabda:

“Riba mempunyai 72 pintu. Riba yang paling ringan dosanya ialah seperti seorang lelaki berzina dengan ibunya.”
(Riwayat at-Tabrani, 7/158; al-Hakim, Shahih menurut syarat al-Bukhari dan Muslim)

Mari kita buka mata dan hati, betapa beratnya ancaman Allah terhadap orang yang mengamalkan riba dalam kehidupan seharian.

D) Lebih berat dari 36 Kali Berzina.
Nabi saw bersabda:

” Satu dirham riba yang dimakan oleh seorang lelaki dalam keadaan ia mengetahuinya lebih buruk daripada berzina sebanyak 36 kali.” (Riwayat Ahmad dan Ad-Dar Quthni)

E) Salah Satu dari 7 Dosa Besar.
Nabi saw bersabda:

” Jauhilah 7 dosa besar; syirik, sihir, membunuh tanpa hak, makan riba, makan harta anak yatim, lari dari medan peperangan(kerana takut), dan menuduh perempuan yang suci berzina(tanpa saksi adil).” (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)

Pahami apa itu riba, jenis-jenisnya dan apa ancaman yang datang dari Allah dan Rasulnya bagi sesiapa yang mangamalkan riba dalam kehidupan meraka. dari mana sumber pendapatan kita selama ini. Semoga kehidupan kita bebas riba dan larangan-larangan yang lain.

Note: (1) Barangan ribawi adalah berkaitan dengan hadis Nabi saw yang bermaksud: “Apabila ditukar emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, tamar dengan tamar, garam dengan garam mestilah sama timbangan dan sukatannya, dan ditukar secara terus(pada satu masa) dan sekiranya berlainan jenis, maka berjual belilah kamu sebagaimana disukai.” (Riwayat Muslim nombor 4039, nomor hadis, 11/9)

Engkau Menggigitnya & Ia Menggigitmu," Ujar Rasulullah


Mari kita lihat kisah pernikahan Uqail bin Abu Talib dengan seorang wanita dari kalangan Bani Jasym. Seperti biasanya upacara perkahwinan, tamu-tamu berdatangan. Dan seperti biasanya upacara perkahwinan di masa sekarang, para tamu ketika itu memberi ucapan selamat sekaligus sebagai do'a.

"Semoga bahagia dan banyak keturunan," kata para tamu kepada pengantin laki-laki.

Menerima ucapan selamat seperti itu, Uqail akan teringat Rasulullah Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Kemudian ia berkata, "Jangan kamu mengatakan demikian, kerana sesungguhnya Rasulullah SAW telah melarang hal tersebut."

"Kalau demikian," kata mereka, "apakah yang harus kami katakan, wahai Abu Zaid?"

"Katakanlah," jawab Uqail. "Semoga Allah membarakahi anda sekalian dan melimpahkan barakah kepada anda. Demikian yang diperintahkan kepada kita. "

Hadis ini mengajarkan kepada kita bahawa yang paling penting untuk dicari dalam perkahwinan bukan kebahagiaan. Yang paling penting justeru barokah, konsep yang sangat sering terdengar tetapi tidak banyak diketahui artinya. Mendo'akan pengantin baru agar dapat mencapai pernikahan yang bahagia dan sekaligus banyak anak dilarang (makruh). Sebaliknya, sunnah bagi kita mendoakan saudara kita yang nikah dengan do'a barakah. Mudah-mudahan pernikahan itu barakah bagi pengantinnya dan barakah atas pengantinnya, yakni barakah pernikahan tersebut juga terasakan oleh orang-orang di sekelilingnya.

Kalau begitu, apakah "bahagia dan banyak anak" merupakan kata yang tabu dalam perkahwinan yang Islami? Bukan begitu. Melalui lisan suci Rasulullah SAW Islam justeru mengingatkan kita agar tidak melupakan kriteria memilih isteri agar dapat memperoleh kesenangan dan banyak anak.

"Nikahilah wanita yang subur rahimnya (waluud) dan pencinta," sabda Rasulullah SAW sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Abu Daud, An-Nasa'i dan Al-Hakim. "Sebab aku kelak berbanyak-banyak kepada umat-umat lain dengan kamu."

Rasulullah SAW juga pernah menganjurkan, "Pilihlah yang masih gadis kerana ia lebih manis mulutnya, lebih dalam kasih-sayangnya, lebih terbuka, dan lebih menginginkan kemudahan."

Yang dimaksudkan dengan "mulut manis" adalah ucapannya, kata Abdul Hamid Kisyik. Adapun yang dimaksudkan dengan "lebih dalam kasih-sayangnya" adalah banyak melahir-kan anak, terbuka, dan polos.

Ketika seorang sahabat memberitahu Rasulullah bahawa ia baru saja menikah dengan seorang janda, Rasulullah SAW mengatakan, "Mengapa tidak gadis yang ia boleh bermain denganmu, dan engkau boleh bermain dengannya, engkau menggigitnya dan ia menggigit kamu?" (HR An-Nasa'i, sahih).

Sebagian sahabat Nabi memberi keterangan, Tetaplah kamu menikahi gadis-gadis, sebab mereka lebih manis mulutnya, lebih rapat rahimnya, lebih hangat vaginanya, lebih sedikit tipuannya, dan lebih rela dengan nafkah yang sedikit.

Keterangan sahabat ini senada dengan hadis Nabi yang mengingatkan:

"Kahwinilah oleh kalian dara, sebab perawan itu lebih segar mulutnya, lebih subur rahimnya, lebih hangat faraj-nya, dan lebih rela dengan nafkah yang sedikit," (HR. Abu Na'im melalui Ibnu Umar ra. Semak Mukhtarul Ahaadits).

Yang dimaksudkan dengan lebih rapat rahimya (antaqu ar-haman) adalah banyak melahirkan. Umar bin Khaththab menganjurkan, "Perbanyaklah anak kerana kalian tidak tahu dari anak yang mana kamu mendapatkan rezeki."

Anak yang barakah adalah rezeki akhirat sekaligus rezeki dunia. Kita tidak tahu anak yang mana yang paling besar membawa rezeki, sehingga boleh mengangkat kita kepada kebahagiaan akhirat.

Masih ada hadis-hadis mengenai kesenangan-kesenangan yang boleh diperoleh ketika menikah dan perlu dipertimbangkan ketika akan melangkah ke sana. Allah SWT. juga telah berfirman, Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepa-danya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. (Surah Ar-Ruum [30]: 21).

Tetapi ada yang unik. Kita dilarang mendoakan orang yang menikah agar mendapat kebahagiaan dan banyak anak dalam pernikahannya. Kita diminta untuk mendoakan mereka semoga Allah membarakahi pengantin itu dan melimpahkan barakah bagi mereka. Yang pertama, mendoakan agar mereka menjadi suami isteri yang penuh barakah, sehingga sekelilingnya ikut terkena barakahnya. Yang kedua, berdoa-kan agar mereka mendapatkan barakah. Wallahu A'lam bisha-wab.

Mengapa kita disuruh mendoakan dengan doa barakah dan tidak dengan do'a banyak anak, padahal ada beberapa anjuran untuk memperbanyak anak? Sekali lagi, Allahu A'lam bishawab.